Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ruang Mahasiswa

Bunuh Diri dan Hidup Depresi di Negara Paling Bahagia di Dunia

Penulis : Nabilla Erlika Putri Yessynta - Editor : Dede Nana

05 - Dec - 2023, 02:36

Placeholder
Depresi pada seseorang (Foto: detikcom)

JATIMTIMES – Negara-negara Skandinavia dijuluki sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan paling tinggi di dunia. Namun sayangnya hal ini kontradiktif dengan Finlandia menjadi salah satu negara yang memiliki angka bunuh diri terbanyak di Eropa.

Untuk diketahui, penobatan Finlandia menjadi negara terbahagia diukur melalui berbagai variabel, mulai GDP perkapita, layanan sosial, harapan hidup sehat, kestabilan pendapatan, kesenjangan sosial yang rendah, kebebasan membuat pilihan hidup, hingga seberapa bebas mereka dari tindak korupsi. Dengan beberapa indikator tersebut, Finlandia berada dipuncak global daftar negara paling bahagia.

Baca Juga : Sering Kali Melontarkan Kritikan, PAN Tuding Anies tidak Akan Melanjutkan IKN

Melansir pada World Happiness Report, hingga sekarang Finlandia selalu menjadi peringkat teratas menduduki daftar urutan negara paling bahagia di seluruh penjuru benua selama 6 tahun berturut-turut. Akan tetapi hal ini justru membawa serangkaian tantangan unik bagi generasi muda yang berjuang untuk melawan depresi. Karena tidak menutup kemungkinan pada wilayah yang punya kualitas hidup tinggi, turut memengaruhi angka bunuh diri.

Sepertiga dari seluruh kematian pada kalangan anak berusia 15 hingga 24 tahun disebabkan oleh bunuh diri. Menurut laporan In the Shadow of Happiness, yang ditulis oleh Dewan Menteri Nordik dan Happiness Research Institute di Kopenhagen, sekitar 16% wanita Finlandia dan 11% pria muda berusia 18 hingga 23 tahun mendefinisikan diri mereka untuk berjuang pada penderitaan dalam hidup.

Namun banyak ahli berpendapat bahwa gambaran Finlandia sebagai negara yang bahagia menutupi tantangan yang ada terkait kesehatan mental, terutama yang berkaitan dengan generasi muda. Beberapa orang percaya bahwa hal ini mungkin mempersulit orang Finlandia untuk mengenali dan mengenali gejala depresi dan mencari pengobatan.

Jika rata-rata penyakit mental Uni Eropa berada di angka 2,4%, Finlandia tiga kali lebih banyak menyabet 6% rerata penduduk yang bermasalah mental. Sementara itu, dalam budaya yang menghargai privasi, ekspresi emosi yang terang-terangan jarang terjadi dan bahkan obrolan ringan biasanya diminimalkan. Mengakui dan mendiskusikan depresi masih menjadi tantangan bagi sebagian orang Finlandia yang mengidap penyakit tersebut.

“Meskipun kami adalah negara paling bahagia di dunia menurut statistik, hal ini tidak menjelaskan keseluruhan cerita. Karena depresi adalah penyakit dan tidak selalu berhubungan dengan keadaan,” ujar Jonne Juntura, seorang dokter junior berusia 27 tahun yang mengalami depresi selama enam bulan selama masa studinya.

Baca Juga : Viral, Ormas Manguni Minta Tanah Kristen Tidak Kibarkan Bendera Palestina selama Desember

Studi mendalam mengenai depresi secara nasional terakhir kali dilakukan di Finlandia pada tahun 2011, namun organisasi nirlaba Mieli (Mental Health Finland) memperkirakan bahwa sekitar 20% orang berusia di bawah 30 tahun pernah mengalami gejala depresi dalam setahun terakhir. Pusat Kesejahteraan dan Masalah Sosial Nordik juga menyoroti hubungan erat antara penyalahgunaan narkoba dengan  kesehatan yang buruk.

Masyarakat Finlandia minum lebih banyak dibandingkan tetangga mereka di wilayah Nordik. Penggunaan narkoba pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun juga ditemukan meningkat. Meskipun tingkat pengangguran secara nasional tergolong rendah, angka pengangguran jauh lebih tinggi di kalangan generasi muda. Sekitar 12,5% dari kelompok usia 15 hingga 19 tahun menganggur.


Topik

Ruang Mahasiswa negara terbahagia negara dengan bunuh diri tertinggi finlandia skandinavia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nabilla Erlika Putri Yessynta

Editor

Dede Nana