Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Benarkah Menebang Pohon Bisa Masuk Neraka?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

30 - Sep - 2023, 14:32

Placeholder
Ilustrasi menebang pohon ilegal. (Foto: Google)

JATIMTIMES - Ada beragam contoh dari kisah terdahulu yang bisa mendapatkan pahala melimpah dengan melakukan kebaikan sepele. Seperti misalnya, menyingkirkan duri dari jalan, memberi minum anjing yang haus hingga memberikan senyum yang ternyata sedekah.

Bukan hanya hal sepele yang bisa memberikan pahala melimpah, ternyata hal sepele pun yang kerap tak disadari bisa membawa umat muslim ke neraka. Lantas benarkah menebang pohon bisa mendapatkan siksa neraka?

Baca Juga : Baca Doa-Doa Ini Agar Terhindar dari Orang yang Zalim

Ada sebuah hadist untuk menjawab pertanyaan siksaan neraka bagi penebang pohon. Berikut ini hadistnya:

Dikisahkan oleh Abdullah bin Habashi: Nabi Muhamamd SAW bersabda, “Barangsiapa menebang pohon bidara (Ziziphus Jujuba) maka Allah akan membawanya langsung ke Neraka.” Abu Dawud ditanya tentang makna hadits ini. Dia berkata, ini adalah hadits singkat dari versi lengkap, yakni” Barangsiapa memotong secara sia-sia, tidak adil, dan tanpa hak, sebatang pohon bidara yang menjadi tempat naungan para musafir dan binatang, maka Allah akan membawa kepalanya ke neraka dengan cepat.” (Sunan Abi Dawud 5239, Buku 43, Hadits ke 467).

Dari Hadits di atas disimpulkan bahwa Allah akan membawa ke neraka para pemotong pohon yang melakukan aksinya tanpa pertimbangan. Bahwa hanya urusan menebang bidara yang bisa disebut sepele, dan jika dilakukan tanpa pertimbangan, ganjarannya adalah neraka.

Hal tersebut juga bisa dibawa dalam realitas kehidupan. Misalnya saat ingin membangun gedung, tapi tanpa proses perencanaan, tidak memikirkan limbah rumah tangga yang dihasilkan akan dibuang ke mana, tidak pula mempertimbangkan ekosistem tanah yang harus mati tertimpa beton, tidak mempertimbangkan efek rumah kaca dari konsumsi energinya, tentu hal ini akan sama hukumnya dengan menebang pohon tanpa pertimbangan yang disebut dalam hadits di atas.

Jika menilik hadist di atas dan dijadikan contoh dalam kehidupan modern di Indonesia, maka memotong satu pohon bidara tanpa pertimbangan saja ganjarannya dibawa ke neraka. Apalagi jika menebang pohon berhektar-hektar dengan alasan pembangunan, maka neraka adalah balasannya. 

Baca Juga : Haram, Kiai Marzuqi Imbau Umat Muslim Waspada Makanan atau Kosmetik Tercampur Karmin

Diketahui, bahwa hutan itu jelas sebagai naungan tinggal hewan. Berkali-kali viral lihat ada gajah masuk desa, kera tiba-tiba datang bergelantungan di atap rumah warga, buaya mencaplok manusia. Semua itu terjadi secara ekologis karena mereka tersingkir dari habitat aslinya. Karena sejatinya hutan sebagai tempat tinggal mereka sudah diratakan atas alasan kemajuan dan pembangunan. Yang muara aksinya adalah menanam beton atau membuat hutan monokultur sebagai sumber rejeki segelintir orang.

Jadi sangat mungkin pasalnya berlapis bagi para penebang pohon liar. Tidak hanya tidak diridhai Allah, karena memotong pohon tanpa pertimbangan. Tetapi juga tercatat dosa berbohong, merampas tempat hidup makhluk lain, dan mengistiqomahkan dosa yang dilakukan menahun. Naudzubillah.


Topik

Agama dosa menebang pohon kisah nabi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri