JATIMTIMES - Berbicara soal nama brand susu, tentu Greenfields sudah tak terdengar asing lagi. Namun, hal ini tentu menjadi perhatian konsumen Indonesia, apakah produk ini dari luar atau produk dalam negeri.
Meski namanya terdengar seperti brand dari luar negeri, banyak yang tak menyangka jika susu Greenfields ini adalah produk asli Indonesia yang pangsa pasarnya hingga ke luar negeri. Benarkah Greenfields sengaja pakai nama bahasa asing buat nge-branding kalau produknya dari luar negeri?
Baca Juga : Google Turut Rayakan Kesuksesan Misi Pendaratan Chandrayaan-3 Milik India ke Kutub Selatan BulanĀ
Baru-baru ini warganet ramai-ramai membongkar strategi bisnis Greenfields. Melansir utas yang dibagikan oleh akun X (Twitter) @senenjayamall, yang mengutip laporan Minimeinsights, berdasarkan branding nama asing tersebut, Greenfields berhasil ngerebut pasar susu segar Indonesia sampai lebih dari 54 persen.
Greendfields juga disebut sebagai brand susu segar pioneer produsen dan manufaktur produk fresh milk pasteurisasi dalam kemasan di Indonesia sejak 1997. Selisih 4 tahun dengan fresh milk pasteurisasi rival terbesarnya, Cimory yg berdiri tahun 1993.
"Tau ga, ternyata Greenfields satu-satunya "integrated dairy business" di Indonesia. Mereka ngebangun peternakan secara terintegrasi antara peternakan & pabrik pengolahan susu sendiri," jelas akun tersebut.
Hingga saat ini, Greenfields punya dua lokasi peternakan. Yakni di lereng Gunung Kawi, Kabupaten Malang dan Wlingi, Kabupaten Blitar. Per-tahun 2023, Greenfield memiliki 19.000 lebih ekor sapi perah.
"Kerennya nih, per-2022 integrated dairy farming and processing punya Greenfields jadi terbesar se Asia Tenggara," ungkap akun tersebut.
Bukan hanya kualitas yang oke, Greenfields juga sadar pentingnya branding di mata konsumen agar bisa cepat menguasai pasar susu. Berikut ini 3 strategi yang dilakukan Greendfields untuk menguasai pasar:
1. Branding Nama
Salah satu branding yang dilakukan adalah mengeja nama brand dalam bahasa asing. "Nah dengan nama bahasa asing ini, Greenfields mau ngasih citra kalau produknya punya kualitas yang setara dengan produk susu luar negeri," jelas akun tersebut.
Melalui namanya, Greenfields membuktikan bahwa produknya bisa diadu dengan produk luar negeri.
"Bukan gimic branding doang. Mereka beneran komit ngasih produk yang bisa diadu dengan produk luar negeri," tulis keterangan akun tersebut.
2. Berikan Kualitas Susu Terbaik
Baca Juga : AMITRA dan Bank Muamalat Tingkatkan Pembiayaan Syariah di Indonesia
Bukan hanya branding lewat nama, Greenfields benar-benar memberikan kualitas susu segar yang oke.
"Seperti tagline yang dipakai, Greenfields selalu dan akan terus go extra miles dalam memastikan hasil produksi susu sapi segar yang berkualitas," tulisnya.
Apalagi dengan sistem integrated dairy business, menurut akun tersebut, Greenfield memberikan jaminan kualitas. Mulai dari peternakan, proses produksi, hingga di tangan konsumen.
3. Jeli Lihat Peluang
Greenfields jeli melihat pergeseran konsumsi susu segar di Indonesia. "Mereka tau kalo saat ini ada pergeseran pangsa susu segar, dari yang awalnya diminati kalangan menengah ke atas, sekarang mulai diminati pula oleh masyarakat kelas menengah bawah," jelas akun tersebut.
Greenfields juga nawarin produk dengan target pasar semua kelas. "Kualitas standar internasional, klaim produksi lokal, dan harga terjangkau ngebuat produk mereka mudah diminati konsumen," ungkap akun tersebut.
Demikian beberapa startegi yang jadi salah satu kunci kenapa Greenfields sukses meringsek market share susu segar di Indonesia lebih dari 54 persen.
