Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

7 Aroma yang Tak Disukai Ular, Jangan Lupa Stok di Rumah

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

20 - Aug - 2023, 00:58

Placeholder
Ilustrasi ular masuk rumah. (Foto: Google)

JATIMTIMES - Beberapa kasus ular masuk ke rumah bahkan bersarang di dalam tempat tinggal kerap terjadi di masyarakat sekitar. Bukan hanya menakutkan, ular yang masuk ke rumah juga membahayakan bagi penghuni rumah. 

Oleh karenanya, memastikan rumah dalam keadaan bersih dan rapi adalah salah satu upaya untuk mencegah bersarangnya ular. Cara ini juga dinilai ampuh untuk mengusir hama seperti tikus yang merupakan mangsa reptil tersebut. 

Baca Juga : 6 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Kuburan, Nomor Lima dan Enam Masih Sering Dilakukan

Meski hewan melata ini memiliki indra penciuman yang tajam. Namun, kondisi ini juga membuatnya terlalu peka pada benda-benda berbau menyengat. Untuk mencegah dan mengusir ular masuk ke dalam rumah, ada beberapa bahan/produk yang mengeluarkan aroma menyengat sehingga dibenci ular. Berikut ini beberapa aroma yang tidak disukai ular:

1. Kapur barus 

Di dalam kapur barus ada aroma menyengat yang keluar dari zat kimia, yakni bernama naphthalene. Aroma ini mengganggu sekaligus berbahaya bagi kesehatan hewan yang menciumnya. Untuk mengusir hewan pengganggu, taruh kabur barus dalam lemari atau sudut-sudut rumah. Cara ini sekaligus menghilangkan kelembaban pada suatu area yang disukai hama.

2. Kayu manis dan cengkeh 

Kayu manis dan cengkeh yang beraroma wangi untuk masakan dapat digunakan untuk melawan ular. Cara menggunakannya yakni minyak dari kayu manis dan cengkeh untuk semprotan pengusir hama. Cara terbaik untuk menerapkannya dengan menyemprotkan langsung ke tubuh reptil tersebut dengan hati-hati. 

3. Produk kebersihan 

Ahli Herpetologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amir Hamidy mengatakan, ular dapat diusir dari rumah menggunakan produk kebersihan dengan bau yang tajam. Seperti wipol dan lainnya. 

4. Pepermin 

Daun pepermin mengeluarkan aroma menyengat dalam bentuk minyak atsiri. Tumbuhan ini bagi manusia digunakan sebagai minyak esensial untuk aromaterapi. Namun, bagi ular dan serangga, pepermin berbau menyengat dan tidak enak. 

Untuk menggunakan minyak ini, uapkan menggunakan mesin diffuser sehingga aromanya tersebar ke sekeliling rumah. Cara lain yang dapat dilakukan adalah menjadikannya semprotan pengusir hama.

5. Bahan bakar 

Baca Juga : Manfaaf Gambir, Tanaman Pelengkap Menyirih yang Sudah Banyak Ditinggalkan

Ahli Herpetologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amir Hamidy juga menyebutkan bahwa bensin dan minyak tanah juga dapat digunakan untuk mengusir ular. Ini karena kedua bahan bakar tersebut juga mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai ular. Sebagai alternatif lainnya, parfum sintesis berbau tajam juga cocok untuk mengusir ular. 

6. Jeruk Buah atau Citrus

Citrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, dan sebagainya mengeluarkan aroma segar bagi manusia. Namun, buah ini justru tidak disukai ular, karena aroma asam dari senyawa limonene yang dikeluarkan. Gunakan kulit jeruk untuk mencegah serangan serangga, hewan pengerat, dan ular. 

Caranya, ambil potongan kulit buah dan gosokkan ke area yang kemungkinan dilewati hama.  

7. Cuka

Cuka dapat digunakan untuk mengusir ular karena aroma khasnya yang menyengat. Aroma ini berasal dari zat asam yang dikandungnya. 

Untuk mengusir hewan tersebut, tuangkan cuka ke tanah atau permukaan yang sering dilewatinya. Ular yang sensitif terhadap bau menyengat tidak akan mau merayap di atas permukaan tersebut. 

Demikian beberapa rekomendasi aroma yang tak disukai ular. Semoga bermanfaat! 


Topik

Serba Serbi pengusir ular bahan pengusir ular awas ular



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya