JATIMTIMES - Hompimpa alaium gambreng bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia yang lahir dan besar di era 90-an. Kata “hompimpa alaium gambreng” digunakan oleh anak-anak sebelum bermain untuk menentukan giliran. Beberapa permainan yang menggunakan hompimpa biasanya terdiri dari lebih dari 2 orang, misalnya petak umpet, petak jongkok, dan banyak lagi.
Hompimpa ini dilakukan dengan mengayun-ayunkan tangan ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah sambil mengatakan "Hompimpa alaium gambreng!" secara bersama-sama.
Baca Juga : Makanan Tradisional Khas Tahun Baru Islam yang Patut Dicoba
Ketika sampai pada kalimat gambreng, maka semua orang akan menunjukkan salah satu bagian tangan, baik itu telapak tangan atau punggung tangan untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Dikutip dari akun Tiktok @aliaja52, hompimpa alaium gambreng ternyata diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti positif yakni "Dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain".
Selain sebagai simbol ketuhanan, Hompimpa ini juga memiliki nilai tentang musyawarah dalam permainan anak-anak.
Bukan hanya digunakan pada saat akan memulai sebuah permainan, ritual hompimpa juga memiliki sebuah ajaran yang dapat kita terapkan.
Kalimat hompimpa alaium gambreng ini melarang kepada kita bahwa hidup yang sedang dijalani ini berasal dari Tuhan dan di masa yang tidak tahu kapan, kita akan kembali kepada Tuhan.
Baca Juga : Warung di Tengah Gunung Sampah Ternyata Ada, Ramai Pengujung Meski Lalat Mengerubungi
Saat kita menunjukkan telapak tangan atau punggung tangan, kita tidak tahu apakah kita akan menang ataupun kalah. Dari sanalah kita belajar untuk menerima dengan lapang dada hasil dari apa yang telah kita pilih.
Namun saat ini, ritual hompimpa ini sudah mulai jarang digunakan sebab maraknya game online yang sudah tidak membutuhkan ritual ini lagi.
