JATIMTIMES - Abu Darda adalah salah satu sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dari kalangan Anshar.
Dilansir dari akun Tiktok @ferry.rinaldi, suatu ketika ia didatangi seorang laki-laki dan mengatakan bahwa rumah Abu Darda kebakaran.
Baca Juga : MA Resmi Larang Pernikahan Beda Agama
Mendengar kabar tersebut, Abu Darda tidak percaya dan berkata tidak mungkin jika rumahnya mengalami kebakaran.
“Tidak mungkin rumah saya terbakar, saya tidak percaya kalau rumah saya terbakar,” katanya.
Lalu, datanglah lagi seorang pria yang membawa kabar yang sama persis dengan pria yang sebelumnya.
“Wahai Abu Darda rumah kamu terbakar," ucap pria itu.
Mendengar hal itu, Abu Darda kembali tidak percaya dan sangat meyakini jika rumahnya tidak mungkin mengalami kebakaran.
“Saya tidak percaya rumah saya terbakar, tidak mungkin rumah saya terbakar,” jawabnya.
Tiga orang datang menyampaikan kepada Abu Darda bahwa rumahnya terbakar tetapi semuanya dinafikan oleh Abu Darda RA.
Melihat ekspresi Abu Darda yang begitu tenang dan mendengar jawabannya yang selalu membantah dan tidak percaya, mereka lantas bertanya alasan Abu Darda tidak percaya akan informasi itu.
“Kenapa kamu tidak percaya rumah kamu terbakar?” tanya para pria pembawa informasi rumah Abu Darda terbakar.
Rupanya hal itu terjadi karena Abu Darda mendapatkan amalan yang diberikan oleh Rasullullah SAW, yang jika dibaca di pagi hari akan terselamatkan dari segala musibah hingga petang hari, dan jika dibaca di petang hari akan terlindungi dari segala musibah hingga pagi hari.
“Aku tidak percaya, tidak mungkin rasullullah Saw mengajarkan aku doa untuk terhindar dari musibah, namun rumahku tetap terbakar, ini perkara yang tidak mungkin," ungkapnya.
“Aku telah membaca doa tersebut pagi ini, karenanya aku mengetahui bahwa rumahku tidak akan kena bencana hari ini,” sambungnya.
Itulah yang dipegang teguh dan diyakini oleh Abu Darda. Ia memiliki prasangka yang kuat atas khabar dari Allah melalui RasulNya.
Abu Darda RA lebih kuat prasangkanya terhadap Allah dibanding pandangan mahluk terhadap rumahnya. Setelah ia pulang dan benar saja, rumah Abu Darda RA tidak terbakar sedikitpun.
Adapun doa yang dibaca dan diamalkan Abu Darda setiap pagi sore berbunyi:
Bismillahirrahmanirrahim .
Allahumma shalli ‘ala Muhmmadin wa ali Muhammadin
Allahumma anta rabbi laaa illa anta
‘Alaika tawakkaltu
Wa anta rabbul ‘arsyil ‘azhiim
Walaa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim
Maa syaa-allaahu kaana
Wa maa lam yasya’ lam yakun
A’lamu annal-laahu ‘alaa kulli syai-in qadiirin
Wa annal-laaha qad ahatha bikulli syai-in ‘ilman
Allahumma inni a’uudzubika min syarri nafsii
Wa min syarri qadhaa-is suu-I
Wa min syarri kulli dzi syarrin
Wa min syarril jinni wal insi
Wa min syarri kulli daabbaatin anta aakhidzun binaa shiyatihaa
Inna rabbi ‘alaa shiraathim mustaqiimin.”
Artinya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah karunia kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad SAW.
Ya Allh, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain-Mu.
Pada-Mu aku berserah diri.
Engkaulah Tuhan arasy yang agung.
Tiada daya serta upaya tanpa Allah yng Mahatinggi lagi Mahaagung.
Apa yang dikehendaki Allah terlaksana.
Apa-apa yang tidak diinginkan-Nya tidak terlaksana.
Aku yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Dan aku pun yakin bahwa Allah menguasai segala sesuatu dengan ilmu-Nya.
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejahatan jiwa (nafsu)-ku.
Dan dari kejahatan qadha yang buruk.
Dan dari kejahatan para penjahat.
Dan dari kejahatan jin dan manusia.
Dan dari kejahatan semua makhluk yang nyawanya berada dalam genggaman-Mu.
Sesungguhnya Tuhanku senantiasa adil dalam bertindak.
