JATIMTIMES - Puluhan ibu-ibu Desa Beji, Kecamatan Junrejo bersemangat mengepal mendol yang berbahan dasar tempe. Semangat mereka dalam mengepal tempe itu dilakukan saat Festival Beji Kampung Tempe, di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (15/7/2023).
Para ibu-ibu itu semakin semangat mengepal-ngepal mendol saat kehadiran para Master Chef Indonesia 10 yakni Amrizal Nuril Abdi, Muhammad Rayhan Akbar, dan Syaiful Fahmi di lokasi. Abdi, Rayhan, bersama Fahmi tak mau ketinggal untuk ikut mengepal mendol.
Baca Juga : Kota Blitar Sukses Gelar BEN Carnival 2023, Kemenparekraf RI: Top dan Pantas Masuk Kharisma Event Nusantara
Sebelum mengepal mendol, tentu para ibu-ibu itu telah meracik dengan bumbu-bumbu yakni bawang merah, bawang putih, kencur, daun jeruk purut, cabe kecil, cabe besar, garam, gula, penyedap rasa, tumbar, dan bahan utamannya tempe seberat 10 kilogram.
Proses menggoreng mendol itu dilakukan oleh para chef Abdi, Rayhan, dan Fahmi hingga memiliki warna golden brown. Spesialnya ketiga chef itu melanjutkan memasak sayur lodeh.
Dengan bumbu-bumbu lengkap. Seperti bawang merah, bawang putih, kencur, laos, kunyit, ketumbar, merica, serai, daun salam, jahe, cabe merah, cabe kecil. Dengan isian tomat hijau, cabe hijau, tempe, terong, ikan asin, pokak. Setelah semuanya termasak, sayur lodeh bersama mendol dinikmati bersama oleh warga yang ada di Festival Beji Kampung Tempe.
Ketua TP PKK Kota Batu Tri Andriyani mengatakan, seluruh ibu-ibu yang hadir di sana sangat senang dengan kehadiran para chef. Terlebih mereka bisa menikmati masakan dari chef-chef tersebut.
“Senang sekali sudah bertemu dengan para chef MCI, karena kami juga belum pernah ketemu, sekaligus makan masakan para chef,” ujar Tri Andriyani.
Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para ibu-ibu di sana. Dengan menyaksikan para chef mempraktekkan memasakan secara langsung. Selain itu para chef juga mengakui kreativitas beragam olahan tempe yang sudah dicicipi. Ada brownie tempe, cookies tempe, kripik tempe, dan sebagainya. Sedang FBKT merupakan kegiatan yang digelar setiap tahunnya di Desa Beji.
Baca Juga : SMK Negeri 1 Boyolangu, Memborong Juara di Banyak Kompetisi
Sementara itu Kades Beji Deny Cahyono menambahkan, tujuan dari festival ini agar masyarakat hingga wisatawan luas mengetahui bahwa Desa Beji adalah sentra produksi tempe di Kota Batu. Sekaligus demi meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Melalui Festival Beji Kampung Tempe ini tentunya terselip harapan agar wisatawan dan masyarakat luar akan mengenal edukasi tempe dan bisa berkunjung ke Desa Beji,” ucap Deny.
Tercatat sejak Januari 2023 di Desa Beji terdapat sebanyak 263 pengrajin tempe. Setiap harinya untuk kedelai yang dibutuhkan oleh para pengrajin tempe ini mencapai 7 ton.
