Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Kisah Seorang Manusia yang Tak Pernah Bersujud kepada Allah namun Masuk Surga

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

09 - Jul - 2023, 16:03

Placeholder
Ilustrasi surga. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Surga diciptakan Allah untuk mereka yang senantiasa melakukan amal kebaikan. Meskipun setiap orang sangat menginginkannya, tetapi tidak semua orang dapat masuk ke dalam surga.

Menurut Islam, orang-orang yang akan masuk surga adalah orang-orang yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh Allah SWT. Salah satunya mengerjakan salat lima waktu.

Baca Juga : Kisah Nabi Nuh dan Kaumnya Berdasarkan Kitab Qashashul Anbiya

Lantas, orang yang tidak pernah salat apakah bisa untuk masuk ke dalam surganya Allah SWT kelak di akhirat? Berkaitan dengan hal tersebut, ada sebuah cerita seorang pendeta Yahudi yang disebut sebagai penghuni surga oleh Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari akun Tiktok @Ferry Rinaldi, pendeta tersebut bernama Khuwairi. Saat itu, Kota Madinah tengah diserang oleh musuh umat Islam, yaitu kaum Quraisy.

Lalu, ada salah satu pendeta kaum Yahudi bernama Khuwairi datang ke pemukiman orang Yahudi. Di sana ia bertanya apakah mereka tahu bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah SWT.

"Wahai orang-orang Yahudi, demi Allah apakah kalian tahu bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah SWT?" tanya Khuwairi.

Ia lalu menjelaskan  setiap orang bisa melihat dengan jelas bahwa Nabi Muhammad utusan Allah dengan melihat kenabiannya. "Aku yakin tidak ada satu pun dari kalian yang tidak tahu bahwa beliau adalah utusan Allah. Pasti kalian bisa melihat tanda-tanda kenabiannya. Kenapa kalian tidak beriman, kenapa kalian tidak ikut berperang berjihad bersamanya?" tambah Khuwairi.

Kaun Yahudi itu kemudian menjawab pertanyaan Khuwairi itu dengan berbagai alasan. "Kami mau nabi terakhir dari Bani Israil, dan dia bukan," jawab kaum Yahudi.

Khuwairi lalu menjelaskan bahwa dalam Kitab Taurat telah disebutkan dengan jelas mengenai akan lahirnya nabi terakhir itu.

"Kalau begitu kalian tahu dalam Taurat, kalian dengar akan lahir seorang nabi terakhir walaupun kalian belum mengikuti risalahnya, dianjurkan untuk kalian membelanya," kata Khuwairi.

"Beliau sekarang sedang memanggil jihad karena Madinah saat ini tengah diserang kaum Quraisy," tambah Khuwairi.

Baca Juga : Bisakah Kerokan Sembuhkan Masuk Angin, Simak Penjelasannya

Mendengar ajakan perang Khuwairi itu, kaum Yahudi itu kembali melontarkan alasan untuk tidak ikut bersamanya. "Hari ini hari Sabtu. Kalau hari Sabtu, kami tidak akan berperang," jawabnya.

Muak dengan alasan yang terus-terusan dilontarkan oleh kaum Yahudi, Khuwairi lalu mengaku tidak akan peduli lagi dengan mereka. "Kalau begitu, saya tidak akan memerdulikan kalian," ucap Khuwairi

Kemudian Khuwairi langsung ke masjid untuk bertemu Rasulullah. Khuwairi lalu mengucapkan dua kalimat syahadat dan bergabung dengan para kaum muslimin berperang melawan kaum Quraisy.

Saat peperangan terjadi, Khuwairi terlihat sangat bersemangat. Namun, api semangatnya padam saat ia terbunuh oleh kaum Quraisy.

Melihat kejadian tersebut, Rasulullah lalu berkata kepada para sahabatnya mengenai nasib Khuwairi. “Siapakah di antara kalian yang mau melihat orang yang tidak pernah sujud sekalipun tapi masuk surga?” tanya Rasulullah. "Inilah orangnya," jelasnya mengarah kepada jasad Khuwairi.

Wallahua'lam, kita semua tidak pernah ada yang tahu nasib kita kelak di akhirat. Namun hendaknya kita sebagai kaum muslim muslimin selalu berusaha meraih surga  Allah SWT.


Topik

Agama Kisah Islami masuk surga tak pernah sujud tapi.masuk surga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy