JATIMTIMES - Pada peringatan Hari Kopi Nasional 2022 yang jatuh pada tanggal 11 Maret, Warung Kopi (Warkop) Klodjen Djaja 1956 menyuguhkan 200 gelas kopi secara gratis untuk masyarakat umum dan para pedagang yang ada di Pasar Klojen.
Barista Warkop Klodjen Djaja 1956 Ellya Astri mengatakan, pembagian 200 gelas kopi gratis ini memilih menyasar masyarakat umum dan pedagang di Pasar Klojen agar semua elemen masyarakat dapat mengenal dan merasakan kopi khas dari Malang. Yakni kopi robusta dari lereng Gunung Arjuno yang memiliki aroma dan rasa khas.
Baca Juga : Sungai Berantas Meluap, Empat Desa di Kecamatan Driyorejo Gresik Dilanda Banjir
"Di Malang ini punya kopi enak-enak dan bagus yang bisa dinikmati banyak orang. Terus kalau kopi robusta Arjuno ini dia pahit dan kalau roastingnya pas dia keluar rasa dark cokelatnya," ungkap Ellya kepada JatimTIMES.com, Jumat (11/3/2022).
Ellya menyebutkan, untuk kegiatan pembagian 200 gelas kopi robusta Arjuno ini dilakukan selama tiga jam saja. Yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Dalam waktu tiga jam, sebanyak 200 gelas kopi sudah habis. Hal itu menunjukkan respons masyarakat akan kopi khas Malang ini juga luar biasa.

Dalam Hari Kopi Nasional 2022 ini, Warkop Klodjen Djaja 1956 juga ramai dikunjungi oleh masyarakat dan komunitas. Salah satu komunitas yang berkunjung ke Warkop Klodjen Djaja 1956 yakni Motor Antique Club Indonesia (MACI). Sekitar sembilan motor antik berjejer rapi di depan Warkop Klodjen Djaja 1956. Hal ini semakin membuat orang tertarik menikmati secangkir kopi.
Sementara itu, Ellya juga menjelaskan bahwa di Warkop Klodjen Djaja 1956 terdapat dua macam jenis kopi yakni robusta dan arabica. Di mana biji kopi yang ditawarkan berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Di sini menyediakan arabica dan robusta. Robusta kita ada dari Dampit, Arjuno terus untuk arabica ada dari Buleleng, Semeru sama Ijen," jelas Ellya.

Pihaknya pun membeli biji kopi atau sejak menjadi green bean dari para petani lokal. Hal itu sebagai upaya pihak Warkop Klodjen Djaja 1956 membantu petani agar semakin sukses di tengah penikmat kopi dari berbagai usia.
Baca Juga : Asyik Judi Online, Pria di Tulungagung Ditangkap Polisi
"Konsumen mulai meningkat muda sampai tua meningkat. Saya biasanya melayani pembeli dari surabaya sendiri motoran mau kesini cuman buat nikmati kopi asli Malang ini," terang Ellya.
Lebih lanjut, dalam mendukung kampanye go green atau bebas plastik, pihak Warkop Klodjen Djaja 1956 juga memiliki promo potongan harga ketika pengunjung membeli kopi dengan membawa tempat sendiri.
"Harganya kopi pagi Rp 2 ribu, lewat jam 11 itu harga normal Rp 3 ribu. Apalagi kalau bawa tempat sendiri kita ada potongan Rp 1 ribu. Jadi kita juga mendukung go green ada potongan seribu buat semua produk ya," pungkas Ellya.
