MALANGTIMES - Warnet Valkyrie yang berada di Ruko Soekarno Hatta Indah II Blok E1 sore tadi roboh. Robohnya ruko tersebut membuat kerugian besar bagi pemilik maupun pengelola ruko.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Abdul Manaf, pengelola ruko, mengungkapkan bahwa ia diberi kabar robohnya ruko tersebut sekitar pukul 17.30. Mendapat kabar tersebut, dia langsung menuju lokasi. Benar saja dilihat, ruko berlantai dua miliknya telah roboh.
"Ya kalau ini kerugiannya sekitar Ro 1 miliar lebih. Bangunannya saja," ungkapnya ketika ditemui di lokasi kejadian(28/2/2018).
Ruko tersebut selama ini disewa oleh Beni Wiranda Afandi, warga Jalan Letjen S Parman 56 dan dijadikan warnet. Selama menyewa ruko tersebut, tidak ada masalah yang terjadi terkait bangunan atau hal lainnya.
"Atap dari ruko tersebut sebelumnya juga baru saja diperbaiki. Belum lama. Kalau belinya sekitar 10 tahunan sudah ada. Belinya dari pengembang mana, saya lupa," bebernya
Sementara itu, pemilik warnet Beni mengungkapkan, akibat robohnya ruko tersebut, pihaknya harus mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta. Pasalnya, 30 unit komputer serta layar monitor dan peralatan lainnya hancur tertimpa bangunan yang roboh.
"Kalau satu PC-nya sekitar Rp 12 jutaan, Mas. Padahal juga baru saja di-upgrade," ungkapnya.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Ia sendiri menceritakan, sebelum roboh, banjir sempat terjadi di depan warnet hingga airnya masuk ke dalam ruko. Setelah itu, tembok yang berada di samping ruko roboh, sampai akhirnya air langsung mengalir deras ke sungai.
"Airnya nggak dari luapan sungai, malah dari jalan sana. Setelah itu, tembok depan roboh dan airnya mengalir deras ke sungai. Tambah menggerus fondasi, sampai akhirnya roboh dari belakang ke depan," ujarnya.
Sebelum roboh, sempat terjadi tanda-tanda air bocor dari atap. Sehingga saat itu, ia langsung menyuruh keluar semua pengunjung yang sedang bermain ke warnet.
"Setelah itu, saya langsung matikan listrik dan anak-anak saya suruh keluar. Tak lama rukonya tiba-tiba roboh. Mungkin ya karena fondasinya tak kuat menahan air sungai yang deras," ucapnya.
Sampai saat ini, sekitar lokasi masih dipadati warga yang ingin menyaksikan secara langsung ruko yang roboh tersebut. Di lokasi kejadian, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang juga sudah membersihkan sisa puing-puing bangunan yang roboh. (*)
