Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Sukses, Banteng Kalap Pukau Ratusan Wisatawan pada Festival Junrejo

Penulis : Irsya Richa - Editor : Heryanto

26 - Feb - 2018, 04:48

Placeholder
Aksi penampilan bantengan lokal Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Minggu (25/2/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

KOTA BATU - Kesenian khas Desa Junrejo memghipnotis para warga dan wisatawan dalam Festival Junrejo, Minggu (25/2/2018). Seni tradisional seperti bantengan, kuda lumping, sanduk dan petuntung melebur jadi satu sejak pukul 13.00-24.00.

Saat pertunjukkan mulai digelar ratusan warga dan wisatawan memadati area Bunderan Tugu Gentong Junrejo, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo.  Salah satu pertunjukan yang dinanti itu adalah aksi bantengan.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Bantengan imerupakan seni pertunjukan tradisi yang menggabungkan unsur tari, olah kanuragan, musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis. Hal paling ditunggu-tunggu yakni ketika bantengan ini mulai kalap. 

Saat bantengan kalap para pentonton pun terpana dengan aksi yang diperankan. Tak terkecuali anak-anak ada yang takut untuk melihat jarak dekat.

Selain itu yang khas dari Desa Junrejo ini adalah seni petuntung. Pertunjukkan hampir sama menyerupai kuda lumping.

“Ada lagi yang khas dari kita yakni petuntung. Yang tidak dimiliki desa lainnya,” ungkap Andi Faizal Hasan, Kepala Desa Junrejo. 

Dalam pertunjukkan itu totalnya ada 17 grup kesenian yang terlibat. Total grup kesenian di Desa Junrejo itu ada 27 grup. 

“Tahun ini pertama kali seni budaya diangkat dalam even festival. Semoga ini jadi awal yang baik. Semoga kegiatan bersama Dinas Pariwisata Kota Batu bisa mengangkat kebudayaan di Kota Batu,” kata Andi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu aktualisasi visi Pemkot Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Tujuannya, mengangkat kebudayaan lokal Kota Batu. Sebab, banyak sekali yang perlu digali agar budaya leluhur tetap terjaga.

“Kebudayaan dan kesenian di Kota Batu ini sangat banyak. Perlu dimunculkan agar masyarakat maupun wisatawan mengerti kesenian yang dimiliki di setiap desa di Batu,” ungkap Imam.

Ia menambahkan kegiatan ini juga merupakan pemberdayaan masyarakat di Desa Junrejo. Misinya, memberikan kesempatan bagi pelaku dan kelompok seni agar tidak mati suri. 

“Momen ini bertujuan melestarikan seni tradisional Nusantara sekaligus memberi kesempatan kepada kelompok seni  untuk tampil supaya tidak mati,” imbuhnya.

Even itu sekaligus menjadi upaya pelestarian seni Nusantara supaya tidak hilang, selain untuk menarik wisatawan. Apalagi kegiatan tersebut memadukan kesenian dan upacara adat atau selamatan desa.


Topik

Wisata batu kota-batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Heryanto