Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Persoalan Banjir dan Kekeringan di Bangkalan Belum Temukan Solusi Jangka Panjang, PMII Temui PUPR dan PRKP 

Penulis : Imam Faikli - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Aug - 2021, 23:16

Placeholder
Sederet Aktivis PMII Komisariat STKIP Bangkalan, saat lakukan audiensi di Kantor Dinas PUPR setempat (Foto: Imam/ JatimTIMES) 

BANGKALANTIMES - Bencana kekeringan dan banjir di Kabupaten Bangkalan terus disorot. Kali ini, sorotan tersebut datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP Bangkalan, mereka menyoal terkait bencana alam yang tak kunjung menemukan solusi jangka panjang. 

Koordinator Audiensi Badrut Tamam menuturkan, persoalan banjir dan kekeringan di Kabupaten Bangkalan sudah menjadi bencana tahunan. Oleh sebab itu, dia meminta agar dinas terkait bisa memberikan solusi atau penanggulangan jangka panjang agar tidak terus menerus menjadi beban tahunan bagi masyarakat. 

Baca Juga : Puncak Kejora, Destinasi Seru Buat Camping Kota Blitar

Menurut data yang ia bawa, sejak tahun 2017 lalu hingga tahun 2021, persoalan kekeringan di Bangkalan terus meningkat, dari 25 sampai 85 titik mengalami kering kritis dan kering langka. "Kami dari PMII merekomendasikan agar dinas terkait menggunakan alat canggih untuk mencari sumber mata air seperti halnya geolistrik," ujar pria yang akrab disapa Tamam tersebut, Rabu (18/8/2021). 

Selain itu, dia juga meminta agar solusi jangka panjang yang ia rekomendasikan bisa direalisasikan, yakni dengan membangun tandon dan pengeboran untuk menanggulangi kekeringan jangka panjang di Kabupaten Bangkalan. 

"Selama ini, dinas terkait masih kebingungan dengan langkah strategis dalam menenggulangi persoalan banjir dan kekeringan di Kota Dzikir dan Sholawat, oleh karena itu, kami meminta agar dinas terkait bisa menggunakan anggaran yang ada, agar anggarannya tidak hanya habis begitu saja tanpa menghasilakan solusi jangka panjang, baik untuk kekeringan maupun banjir," tegasnya. 

Sedangkan persoalan banjir pihaknya meminta, agar Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) melalui bidang SDA (sumber daya air) untuk memanfaatkan anggaran Rp 1.9 miliar secara maksimal, agar persoalan banjir tidak menjadi hantu bagi masyarakat. 

"Setidaknya, dengan anggaran Rp 1.9 M bisa dibuat untuk rehabilitasi atau peningkatan saluran sungai, agar tidak selalu tersendat, dan kami minta agar Dinas PUPR harus lakukan koordinasi dengan DLH melihat Bangkalan rawan banjir," jelasnya. 

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minun Dinas PRKP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Rizal Mardiansyah, mengatakan, terkait penanganan terdampak kekeringan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan akomodir dan sudah dilakukan penanganan terhadap desa-desa yang terdampak kekeringan. 

"Hanya saja, masalahnya terletak pada desa yang rata-rata sulit sumber bakunya, jadi salah satu solusinya pengeboran, kalau pengeboran tidak bisa dilakukan tayping, artinya bisa kerjasama dengan desa sebelahnya dengan model perpipaannya, sedangkan solusi terakhirnya droping air bersih melalui BPBD," kata Rizal. 

Selain itu, dia juga mengupayakan kepada pemerintah pusat yaitu ke Badan Geologi, karena di Bangkalan ada cekungan air tanah, tentunya kalau di situ enak ada airnya, sedangkan kawasan putih ini yang sulit sumber airnya dan harus pengeboran dalam, makanya dia mengaku bekerja sama dengan badan geologi. 

Baca Juga : Indonesia dan Thailand Mulai Uji Coba Pembayaran Pakai QR Code

Sementara ini, langkah strategis penanganan kekeringan di Bangkalan, Rizal mengaku lebih kepada sarana dan prasarana air minum, seperti pipa dan tandonnya. "Makanya untuk tahun ini agar mempermudah droping airnya, kami membuka terminal air di daerah-daerah yang terdampak kekeringan," jelasnya. 

Saat ditanya apakah ada pengeboran, pihaknya mengaku ada, namun sebelum dilakukan pengeboran melainkan masih dimintakan dulu atau ada studi kelayakan melalui geolistrik. "Kalau ada sumber air, maka kita lakukan pengeboran," kata dia. 

Adapun terkait bencana banjir, Sekretaris Dinas PUPR Wildan Yulianto mengatakan, terkait persaolan banjir, pihaknya melalui bina marga maupun SDA selalu menganggarkan untuk menanggulangi bencana banjir baik di perkotaan maupun di pedesaan. 

"Jadi anggaran itu sekitar Rp 1 miliar, kalau di perkotaan digunakan untuk perawatan box culvert, serta normalisasi saluran yang ada, sedangkan kalau di pedesaan, mungkin lebih kepada jaringan SDA, seperti di Konang dan Tragah, jadi pembangunannya terkait dengan pabrikan, artinya apa dibutuhkan kami pesan ke pabrik setelah itu kita sesuaikan dengan anggaran," jelasnya. 

Adapun jumlah pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini, Wildan sapaan lekatnya itu mengaku, ada sekitar 26 pekerjaan drainase yang tersebar di seluruh Kabupaten Bangkalan, dengan nominal anggaran sekitar Rp. 4 Milyar.


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Faikli

Editor

Sri Kurnia Mahiruni