MALANGTIMES - Polres Malang melakukan razia di empat penginapan, yaitu Metro Talangagung, Bounty, Puspasari dan Kalibiru, yang berada di wilayah Kepanjen dan Kromengan, Jumat (26/01).
Razia yang dilakukan secara serentak dengan membagi dua tim tersebut, ternyata hanya bisa menjerat delapan orang atau empat pasangan yang bukan pasangan resmi suami istri di penginapan Kalibiru, Kromengan.
Baca Juga : HMI Kisip Brawijaya Salurkan Bantuan APD dan Handsanitizer ke RS Saiful Anwar
Sedangkan razia di tiga penginapan yang ada di wilayah Kepanjen yakni penginapan Metro Talangagung, Bounty dan Puspasari tidak menemukan satu pun sasaran razia alias nihil.
"Dari hasil razia yang kita amankan ke Polres Malang ada empat pasang yang terjerat di Kalibiru. Ini kita tipiring dan dilakukan pembinaan," kata AKP Edi Sunyata Kasubag Dalops Polres Malang, Jumat (26/01) di ruang Sabhara Polres Malang.
Edi yang ikut dalam razia di tiga lokasi penginapan di wilayah Kepanjen dengan beberapa petugas kepolisian melanjutkan, bahwa razia yang dilakukan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat yang sedang bersiap menghadapi hajatan demokrasi Jawa Timur (Jatim) yaitu Pilgub.
Sasaran razia penginapan, losmen kelas melati merupakan bagian dari pengamanan dalam tahun politik yang disinyilir akan semakin memanas. "Kita lakukan penertiban di penginapan dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat. Jangan sampai peristiwa di daerah lain dengan aksi sweeping ormas terjadi di sini," ujar Edi.
Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang
Selain razia di penginapan yang disinyilir dipergunakan berbuat mesum pasangan tidak resmi, Polres Malang juga akan intensif untuk melakukan razia lainnya. Baik razia narkoba maupun kriminalitas dalam mewujudkan kondusivitas dalam masyarakat.
