MALANGTIMES - Terkait video viral tertukarnya jenazah di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kasin, pihak UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Pemakaman DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Malang pun membenarkan kejadian tersebut.
Kepala UPT Pemakaman DLH Kota Malang Taqroni Akbar mengatakan, bahwa kejadian tertukarnya jenazah tersebut ketika pada hari Kamis (28/1/2021) akan melakukan beberapa pemakaman di tempat pemakaman yang berbeda, salah satunya di TPU Kasin, Kota Malang.
Baca Juga : Viral Video Anak-Anak Afrika Nangis Kejer saat Satgas TNI Pamit Pulang ke Indonesia
"Ya memang benar (tertukar jenazah, red). Ya manusiawi lah, saya rasa itu manusiawi saja. Teman-teman kan juga kecapekan. Kerja sebelumnya itu, satu hari semalam itu diguyur hujan. Jadi harus dimaklumi," ungkapnya saat ditemui pewarta di luar Kamar Mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, Jumat (29/1/2021).
Lanjut Taqroni, bahwa untuk saat ini harus disikapi bijak oleh seluruh pihak yakni satu kesalahan jangan sampai merusak hal baik atas pemakaman jenazah yang hampir satu tahun telah dilakukan oleh tim relawan Covid-19.
"Kita ini kerja sudah maksimal ya. Kita sudah sebaik mungkin, lelah, kecapekan, kelaparan. Kadang nggak sempat makan tapi tetap harus dilaksanakan. Ini kemanusiaan," terangnya.
Taqroni pun mewakili nama tim pemakaman juga mengucapkan permohonan maaf kepada semua pihak atas kesalahan yang terjadi. "Jadi saya atas nama tim juga mengucap mohon maaf barang kali ada kesalahan, tapi manusiawi. Walaupun nyaris fatal, namun teratasi lah," katanya.
Untuk pemakaman pada hari Kamis (28/1/2021) lalu, Taqroni menyebutkan, terdapat 10 jenazah yang harus ditangani. Namun terdapat satu jenazah yang dimakamkan di Lamongan.
"Sebenarnya yang meninggal 10, tapi satu orang dibawa ke Lamongan. Jadi kita itu masih tinggi. Minimal di angka 5 per harinya. Bisa bayangkan ini berjalan mulai Bulan April sampai sekarang. Teman-teman siang, malam, kadang-kadang makan pun nggak terkontrol," jelasnya.
Untuk itu, Taqroni menyarankan agar ada beberapa hal teknis yang harus dibenahi terkait saat pemulasaraan jenazah. Seperti penamaan setiap peti jenazah yang harus diperjelas lagi. "Kemudian masyarakat harus bersabar, jangan melakukan penekanan. Sehingga nggak membikin panik petugas," ujarnya.
Sementara itu, terkait kronologi tertukarnya jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di TPU Kasin yang sempat viral, Koordinator Pemakaman PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Malang Dhana Setiawan mengatakan, bahwa awal terjadinya peristiwa tersebut pada hari Kamis (28/1/2021) pukul 14.45 WIB.
"Sekitar pukul 14.45, setelah ishoma. Tim pemakaman menuju KM (kamar mayat, red) Jenazah RSSA untuk mengambil jenazah yang akan dimakamkan di TPU Sukun. Sebab, ada tiga jenazah yang harus dimakamkan secara bergantian," jelasnya.
Setelah menyelesaikan dua jenazah, nomor satu dan dua, tim pemakaman PSC 119 Kota Malang kembali ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk melakukan pengambilan jenazah yang kemudian dilakukan pemakaman protokol Covid-19.
"Jenazah atas nama (inisial W) memiliki antrian nomor 4 setelah pemakaman di Kedungkandang, Karangbesuki, Sukun dan Kasin. Namun, diundur menjadi antrean nomor 5 karena tim pemakaman akan menyelesaikan terlebih dahulu pemakaman jenazah di wilayah Sukun," terangnya.
Baca Juga : Edukasi Masyarakat, Nakes Puskesmas Balowerti Vaksinasi Mengenakan Pakaian Kolosal
Lantaran tak sabar menunggu, pihak keluarga jenazah dengan inisial W sempat beradu mulut dengan beberapa anggota tim pemakaman PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Malang. Usai diizinkan oleh tim TPU Pemakaman Sukun, pihak keluarga korban tidak berkenan jenazah untuk dimakamkan oleh tim pemakaman PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Malang.
"Mereka memutuskan untuk memanggil ambulans sendiri lantaran merasa sakit hati. Saat itu, pihak keluarga korban sempat mengumpat kepada anggota pemakaman atas nama Tri. Kemudian, anggota pemakaman bernama Alfa sempat tidak terima dan sempat membenturkan badannya ke salah satu anggota keluarga," bebernya.
Lanjut Dhana, sesampainya di pemakaman, salah satu anggota keluarga jenazah W menyadari bahwa peti yang dibawa bukan jenazah atas nama W, namun jenazah dengan atas nama S.
"Pihak keluarga W menyadari dengan melihat di atas peti terdapat nama yang tidak sesuai," ujarnya.
Sudah dalam kondisi emosi dan panik, pihak keluarga W pun akhirnya tidak terima dan sempat beradu mulut kembali dengan tim pemakaman PSC 119 Dinas Kesehatan Kota Malang.
"Keluarga jenazah W akhirnya kembali adu mulut dengan tim pemakaman dan memukul Alfa (salah satu tim PSC Kotq Malang, red)," ungkapnya.
Usai dipukul, Alfa sempat pingsan dan langsung dilarikan menuju Rumah Sakit RKZ Panti Waluyo untuk mendapatkan perawatan.
"Alfa pingsan dan dilarikan ke RKZ Panti Waluyo untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, anggota tim pemakaman lainnya menuju Kamar Mayat RSSA untuk mengambil jenazah W," pungkasnya.
