Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Ini Jadinya Jika Kulit Jagung Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi Tinggi

Penulis : Imam Syafii - Editor : Heryanto

05 - Dec - 2017, 21:59

Placeholder
Sebanyak 50 Ketua KPM PKH Desa Sumersuko nampak serius membuat bunga dari klobot jagung di acara Bina Desa ke-9 Pemkab Malang. (foto : Dinsos Kab Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jagung selama ini seringkali dimanfaatkan masyarakat sebagai makanan pelengkap baik yang diolah menjadi camilan (makanan ringan) maupun aneka olahan lainnya. Itu bijinya. Bagaimana dengan kulitnya?

Tidak banyak yang berfikir kreatif bahwa kulit jagung atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan klobot bisa dikreasi menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

50 warga dari  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir akan membuktikan bahwa kulit jagung yang selama ini dibuang percuma ke tempat sampah bisa dikreasi menjadi produk kerajinan yang diminati pasar lokal maupun luar negeri. 

Untuk menumbuhkan kreativitas itu Dinas Sosial Kabupaten Malang memberi pelatihan khusus kepada 50 warga Desa Sumbersuko tersebut bagaimana teknik menyulap klobot menjadi produk kerajinan berupa hiasan bunga yang cantik, Selasa (5/12/2017). 

Pelatihan kreasi klobot ini menjadi salah satu rangkaian acara Bhakti Menata Desa (Bina Desa) ke-9 Pemerintah Kabupaten Malang di Desa Sumbersuko. Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini. 

Mereka tampak bersemangat dan hati-hati mengikuti setiap langkah yang dipandu instruktur pelatihan. Cara menggunting klobot dan membentuknya menjadi seperti daun teh misalnya. Setiap lekuk ditata dengan sangat presisi sehingga daun yang dibentuk hampir mirip aslinya. 

Untuk mengkreasi bunga kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi dibutuhkan beberapa perlengkapan di antaranya gunting, kertas, lem, klobot, pot bunga dan pewarna tekstil untuk membentuk daun bunga menyerupai aslinya. 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Sri Wahyu Puji Lestari mengatakan pada Bina Desa di Sumbersoko ini, Dinsos ingin memberikan palayanan dan pemberdayaan bagi masyarakat di setempat.

Baca Juga : Bergerak Mandiri, Baitul Mal Ahad Pon Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

"Jadi yang ikut pelatihan ini ada 50 orang berasal dari Dusun Kenongo dan Ngemplak. Usai acara ini mereka harus mampu mengaplikasikannya di masyarakat," ucap perempuan yang akrab disapa Yayuk  ini saat ditemui MalangTIMES.

"Masing-masing peserta membuat satu bunga cantik warna-warni dengan pot terbuat dari tanah liat. Lalu dikemas menjadi bunga yang dijual dengan kisaran Rp 65 ribu," ujarnya.

Target dari pelatihan ini, lanjut Yayuk,  masyarakat bisa membuat produk dan memasarkannya sendiri. 

"Kami pasti ingin kesejahteraan mereka meningkat melalui program pelatihan keterampilan oleh Dinas Sosial Kabupaten Malang," pungkasnya.


Topik

Peristiwa KPM-PKH-Desa-Sumersuko pemkab-malang olahan-kulit-jagung produk-kerajinan-kulit-jagung Dinas-Sosial Kabupaten-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Heryanto