MALANGTIMES - Menjadi fashion designer di usia muda, tiga arek Malang ini telah memiliki label sendiri. Busana ketiganya sudah ditampilkan di berbagai ajang mulai dari pemilihan putra-putri berbakat Kakang-Mbakyu Kota Malang sampai perhelatan fashion akbar Jakarta Fashion Week.
Baca Juga : Viral Desainer Arnold Putra yang Bikin Tas dari Tulang Manusia, Lihat Bentuknya!
Setidaknya ada tiga label milik fashion designer muda asal Malang yang berhasil dirangkum MalangTIMES. Apa saja label tersebut? Dan seperti apa sih koleksi mereka? Benarkah meski perancang mode, mereka tak mematok harga fantastis?
Daripada pembaca setia MalangTIMES bertanya-tanya, lebih baik simak ulasan mengenai label ketiga desainer muda asal Malang itu yuk.

(www.instagram.com/timeless_elmafaricha)
Elma Faricha adalah seorang fashion designer profesional asal Pujon, Kabupaten Malang. Wanita berusia 23 tahun itu baru saja menggelar peragaan busana di Jakarta Fashion Week pada Oktober silam. Label ini mengangkat busana simpel yang tak lekang oleh massa sesuai makna nama pada label, yakni Timeless.
Sejumlah busana rancangan Elma yang diperagakan di panggung fashion kelas Asia itu dapat dilihat di akun Instagram label miliknya, Timeless by Elma Faricha. Soal harga Elma mematok harga tidak terlalu mahal mulai Rp 300.000.

(www.instagram.com/karminrose.atelier)
Label yang juga merupakan karya fashion designer muda asal Malang ialah Karminrose Atelier by Indira Larasati. Sesuai namanya sang pemilik, yakni Indira Larasati. Fashion designer berusia 23 tahun itu khusus menjual busana kebaya, gaun malam, dan dress. Soal harga, Indira memaparkan bergantung pesanan tetapi ia mengaku harga yang ditawarkan berkisar Rp 300.000.

(www.instagram.com/fad_byfarhan)
Perancang muda asal Malang yang masih berstatus mahasiswa adalah Farhan Alif Daffa. Label yang didirikan oleh Farhan ialah FAD by FARHAN. Meski baru, karya Farhan sudah dipakai di berbagai ajang kecantikan.
Baca Juga : Seniman Ini Buat Masker Berkarakter Facehugger di Film Alien, Bisa Cegah Covid-19?
Kepada MalangTIMES, Farhan menjelaskan, sebagai desainer pemula, order busana yang ia terima memang belum bisa dipastikan. "Kalau pas lagi ramai, ya ramai banget. Kalau pas nggak ada momen khusus, ya nggak begitu banyak," ungkap dia.
Salah satu rancangan busana Farhan dipakai kontestan Miss Earth Indonesia 2017 Helda Hemas S. Busana itu mengusung konsep batik ready to wear (busana siap pakai sehari-hari) yang simpel namun tetap stylish (modis).
Soal harga, busana kebaya yang dijual oleh Farhan dibanderol sesuai tingkat kerumitan yang dipesan oleh pelanggan. Meski tak menyebut pasti berapa harga bajunya, Farhan mengaku harga baju tak sampai menguras isi dompet. (*)
