Jam'iyyah Hamalatil Qur'an (JHQ) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar khataman Alquran besar-besaran di 8 tempat sekaligus. Acara yang dilaksanakan hari ini (20/10/20) mengambil tema "Semoga Pandemi Covid-19 Segera Berakhir".
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo menghadiri dan memberikan sambutan pada acara kali ini. Kamaluddin Dahlan selaku Seksi Sumber Daya Manusia JHQ, kepada MojokertoTIMES.com menyampaikan bahwa Bupati Mojokerto berharap dengan do'a bersama sekaligus khatmil Quran ini bisa menjadi ikhtiar agar pandemi Covid-19 segera berlalu. "Intinya selain agar Covid-19 lekas berakhir, Kabupaten Mojokerto yang sedang menyelenggarakan acara Pilkada dalam kondisi selain pandemi juga cukup maraknya aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja semoga tetap kondusif," terangnya.
Baca Juga : Wujudkan Santri Kuat Indonesia Hebat, Ini 3 Pilar yang Dibutuhkan
Khataman Alquran yang dilaksanakan JHQ bekerja sama dengan Pemkab Mojokerto ini digelar empat kali dalam setahun. Tiga kali di Pendopo Kabupaten, dan satu kali lainnya digelar saat haul di Troloyo. "Biasanya acara hanya dilakukan di satu lokasi, tapi kali ini akibat pandemi untuk menghindari kerumunan massa yang tidak sedikit acara dibagi di 8 titik lokasi. Yaitu di pendopo Kabupaten, Kec. Trowulan, Kec. Gondang, Kec. Jatirejo, Kec. Dlanggu, Kec. Pacet, Kec. Kutorejo, dan Kec. Dawar Blandong," papar pengurus JHQ yang akrab dipanggil Gus Kamal ini.
Jam'iyyah yang punya misi memasyarakatkan al-Qur'an ini (JHQ) sudah berdiri sejak lebih kurang 20 tahun yang lalu. Untuk Mojokerto sendiri, Jam'iyyah yang selama 3 periode diketuai oleh K.H. Ahmad Bashori pengasuh pesantren yang berada di Jambuwok Trowulan ini konsen melakukan rutinan khataman Alqran dan ngaji bersama.
Kegiatan itu diikuti Pengurus Pusat JHQ Kabupaten dengan Ketua Pengurus Kecamatan (KPK) setiap sebulan sekali. "Kemarin (19/10/20) JHQ juga menggelar khatmil Quran di TPQ Ma'unatul Qur'an, Dsn. Lontar, Mojosari. Kitab yang dikaji yakni al-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an yang diampu oleh Kyai Nur Muhammad dan kitab Tafsir Mawdhu'i," tutur Gus Kamal penanggungjawab kajian kitab yang terakhir disebutkan.
Gus Kamal menyebutkan yang menarik dalam acara di pendopo kali ini adalah apa yang disampaikan oleh K.H. Faqih Usman saat menceritakan dialog pertemuannya dengan salah satu santri K.H. Hasyim Asy'ari (pendiri Pesantren Tebuireng Jombang) yang saat ini masih hidup. Bahwa Corona itu jangan terlalu sering dibicarakan. Tetap kita jaga diri sesuai anjuran pemerintah dan ahli kesehatan, akan tetapi jangan kerap dirasani (dibincangkan). "Corona juga makhluk Allah, jangan kemudian apa-apa menyalahkan Corona. Semua terjadi atas kehendak Allah, dan Dia-lah Yang Maha Tahu hikmah semua ini." begitu kata Gus Kamal menyampaikan isi sambutan tokoh yang biasa dipanggil dengan Kyai Faqih dari Surodinawan.
Baca Juga : Giatkan Pemberdayaan Mualaf di Lumajang, Lazizmu Senduro Maksimalkan Dana Donasi
Untuk kegiatan Khataman Quran Akbar diikuti 1.200 penghafal Alquran. Gus Kamal menghitung sekitar 200 majlis yang mengkhatamkan Alquran secara serentak. "Meskipun do'a bersama saat penutupan dilakukan secara virtual, namun semoga dan insya Allah barokahnya bisa dirasakan secara nyata," ucapnya penuh harap.
Disinggung soal keberpihakan JHQ dalam Pilkada di Kabupaten Mojokerto, Gus Kamal menyampaikan JHQ tidak berpolitik. "Kami (JHQ) bukan organisasi politik, jadi tidak ambil sikap apapun dalam ranah politik praktis. JHQ hanya ingin konsen dalam memasyarakatkan Alquran dan meng-Alquran-kan masyarakat." pungkasnya.
