MALANGTIMES - Siapa bilang tampil modis harus menghamburkan uang? Bagi Danis Kirana, tampil trendi bisa tetap dilakukan asal pintar mengatur keuangan.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Roro Kabupaten Malang tahun 2006 itu mengaku lebih suka produk lokal daripada berburu busana branded luar negeri. Sebab, bagi dia, produk fesyen lokal tak kalah dari keluaran label high end.
"Gimana ya? Sebenernya aku bukan tipe branded hunter gitu sih. Kalau pakai baju atau beli produk fesyen, menurut aku, yang penting nyaman itu aja," tutur dara yang pernah menyabet gelar Raki Jawa Timur tahun 2008 itu.
Wanita yang juga mengajar kelas public speaking itu mengungkapkan, produk yang ia gemari selain berasal dari Malang juga dari Bandung. "Misalnya sepatu ini aku beli di salah satu onlineshop sepatu yang pusatnya ada di Bandung," kata dia.
Danis cukup gemar berbelanja online. Namun, dia mengaku lebih senang belanja offline lantaran dapat langsung mengetahui barang yang ingin dibeli. "Kalau aku soal baju kadang beli online atau kalau lagi pengen nge-mal, ya ke mal," ungkapnya.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Bukan hanya mencintai produk lokal, Danis malah lebih memilih desain baju sendiri. Untuk kaus dan kemeja, misalnya, ia pilih jahit sendiri. "Kalau kaus aku costum sendiri sih hehe trus beberapa kemeja aku jahit sendiri, desain sendiri aja," ujarnya.
Gaya busana istri Mario Wicaksono itu cenderung ke arah gaya casual elegance. Potongan simpel dengan warna-warna basic menjadi favorit Danis. "Kalau atasan suka pakai white blouse. Kaus yang aku padukan dengan blazer atau kalau nggak gitu, yang kemeja bergaya casual aja," tutur wanita berparas manis itu.
Soal bawahan, celana jins menjadi favorit Danis. "Kalau bawahan jeans of course ya. Tapi kadang suka pakai pencil skirt juga sih kalau mau sedikit feminim," pungkasnya. (*)
