MALANGTIMES - Warga Dusun Ketangi, Tegalgondo, Karangploso, Kabupaten Malang semakin resah pasca kejadian dua hari terakhir dengan dibantainya 24 hewan ternak milik warga sekitar oleh sosok misterius yang diduga anjing.
Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB
Banyak warga sekitar yang juga memiliki hewan ternak saat ini bersiaga di rumahnya masing-masing. Terlebih lagi setelah peristiwa pagi tadi dengan ditemukannya tujuh hewan ternak yang kembali dibantai
Bahkan akibat kejadian ini, beberapa warga terpaksa menjual hewan ternak yang mereka miliki karena takut akan menjadi korban selanjutnya dari sosok misterius yang diduga anjing tersebut.
Seperti salah satunya Dian (24) tetangga dua warga yang hewan ternaknya dibantai. Akibat kejadian ini, ia bahkan sampai harus merelakan 19 kambingnya untuk dijual secara merugi dan tidak lagi akan memelihara hewan ternak lagi.
"Ya terpaksa dijual rugi mas 19 kambing saya, cuma harganya beda-beda tiap kambing. Lakunya saja baru tadi, saya takut nanti jadi sasaran selanjutnya," ungkapnya kepada MalangTIMES saat ditemui di lokasi kejadian.
Lanjut Dian, ia sendiri bingung kemana harus mengungsikan hewan ternak jika harus diungsikan. Karenanya dengan dijual, ia menganggap hal itu merupakan solusi yang lebih baik.
"Sebenarnya saya juga berat mau menjualnya, namun mau gimana lagi dari pada rugi nanti tambah jadi korban ya dijual saja satu-satunya jalan, warga yang lain juga ingin menjual," tambahnya.
Baca Juga : Hari ke 2 Proses Pencarian Pendaki Hilang karena Kesurupan, Puluhan Personel Dikerahkan
Dikatakannya, warga memang benar-benar resah, sampai-sampai nanti malam sudah berencana akan tidur di kandang bersama hewan ternak mereka yang masih selamat.
"Nanti saya akan siaga di kandang tidak tidur, mau njaga ternak saya, supaya ini ngak terjadi lagi," ucap Mat Ali salah satu warga yang hewan ternaknya menjadi korban pembantaian.
Dusun Ketangi, Tegalgondo, Karangploso sendiri sebenarnya merupakan pemukiman yang juga cukup padat penduduk. Namun demikian belakang rumah-rumah warga, masih didominasi dengan pepohonan lebat dan juga persawahan yang luas, sehingga pada malam hari, suasana di belakang rumah warga sangat gelap, karenanya jarang warga kembali memantau kandang mereka jika malam hari.
Seperti kondisi kandang dua warga yang hari ini hewan ternaknya jadi korban pembantaian juga berdekatan dengan persawahan dan juga pepohonan bambu yang cukup lebat. Bahkan dari penuturan warga kandang mereka yang masuk sedikit jauh dari jalan utama ini juga tidak dipasangi lampu penerangan pada malam hari, sehingga suasananya sangat gelap.
