MALANGTIMES- Dugaan kuat bunuh diri pada Lukman Arifin, mahasiswa Jurusan Sosiologi Fisip Univeritas Brawijaya (UB) yang ditemukan telah terbaring tak bernyawa di kamar kosnya Jalan Kertoharjo nomor 11 pada Senin malam (7/8/2017), ternyata dibantah oleh Kapolsek Sukun Kompol Bindriyo.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari dokter, ditemukan fakta bahwa Lukman tidak melakukan bunuh diri meski di TKP juga ditemukan beberapa barang yang bisa mengindikasikan adanya bunuh diri.
"Keterangan dari dokter memang tidak bunuh diri, karena itu kami masih mendalami hal ini. Tidak ditemukan indikasi bunuh diri maupun kekerasan, benda di TKP dimungkinkan karena kebutuhan sendiri maupun bisa saja pengobatan atau untuk perawatan," imbuhnya.
Sementara itu, kakek korban, Bambang Sugianto yang bertempat tinggal di Jalan Plaosan Barat, Kota Malang mengungkapkan, bahwa sebenarnya, korban sendiri tidak mempunyai riwayat sakit. Namun korban sebelumnya juga sempat mengeluh bahwa mengalami sakit maag.
Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu
"Ya sempat mengeluh sakit maag, tapi seberapa parah kami nggak tau, taunya ya Lukman sehat, kalau ketemu Lukman ya lebaran yang lalu," pungkasnya.
Jenazah Lukman Arifin sendiri, saat ini sudah dipulangkan ke Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017), usai menjalani proses otopsi di kamar mayat RSSA Malang.
