Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Dirasuki Mbah Djunggo, Tutik Tunjuk Lokasi Ken Angrok Dimakamkan

Penulis : Dede Nana - Editor : Yunan Helmy

28 - Jul - 2019, 17:15

Placeholder
Makam Ken Angrok dikuak oleh Mbah Djunggo yang merasuk ke tubuh warga sekitar (Ist)

Telunjuk Tutik (31), warga RT 3 RW 8 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, menunjuk tumpukan batu yang berada beberapa meter arah timur dari patung dwarapala di sisi selatan."Di sini makam Ken Angrok," ucapnya kepada lurah Candirenggo dan sejumlah staf kelurahan.

Sontak saja, para pegawai kelurahan yang sejak kedatangan Tutik bersama keluarganya ke kantor, kelurahan, Jumat (26/07/2019) lalu dibuat terperangah, semakin bertanya-tanya. Pasalnya, kedatangan Tutik yang merupakan warganya diduga bukanlah Tutik. Hanya raganya saja, tapi di dalamnya ada sosok gaib yang merasuk. 

Hal ini terbukti saat Tutik mengatakan dirinya adalah Mbah Djunggo yang mengaku sebagai orang yang babat alas Singosari. Dalam penuturan Tutik yang dirasuki Mbah Djunggo, dirinya menjelaskan, kenapa banyak orang tidak bisa menemukan makam Ken Angrok. 

"Selama ini makam Ken Angrok ditutupi pagar gaib yang tidak bisa ditembus dukun dan paranornal. Tapi sekarang pagar gaib itu sudah saya buka. Sekarang sudah waktunya Ken Angrok dimunculkan," ujarnya.

Lokasi makam yang ditunjukkan Tutik yang terletak di sisi timur patung dwarapala, tepatnya di Jalan Kertanegara Barat, RT 1 RW 6 Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari. Dia meminta untuk dilakukan penggalian untuk membuktikan bahwa benar di lokasi itulah makam sang raja Singosari dimakamkan.

"Untuk membuktikannya, coba tanah ini digali. Nanti akan ditemukan tulang atau giginya. Cuma ini pun harus dibuktikan dengan ilmu sekolah. Nanti digabungkan dengan ilmu gaib yang saya sampaikan ini,” ungkap "Mbah Djunggo" yang menyusup di raga Tutik.

Pernyataan Mbah Djunggo yang merasuki tubuh Tutik tentunya membuat banyak pihak yang penasaran. Pasalnya, sampai saat ini pun belum ada yang mampu memastikan letak makam Ken Angrok. Banyak versi dan tentunya kontroversi terkait sosok raja Singosari ini. Bahkan silsilah darah sampai nama aslinya pun masih menjadi bahan perdebatan sampai saat ini. Apalagi terkait makamnya.

Seperti diketahui, dalam Kitab Pararaton, dituliskan kematian Ken Angrok pada tahun 1247 M. Ken Angrok tewas ditusuk keris Mpu Gandring saat sedang makan sore hari oleh Ki Pengalasan dari Desa Batil. Ki Pengalasan merupakan suruhan Anusapati karena dirinya memiliki dendam atas kematian ayahnya, Tunggul Ametung, yang dibunuh Ken Angrok.

Versi Negarakertagama menyatakan berbeda terkait tahun Kematian Ken Angrok. Di situ dituliskan, kematian pendiri Kerajaan Tumapel (yang kemudian terkenal dengan nama Singhasari) terjadi pada tahun 1227 M. Ada perbedaan sekitar 20 tahun dari apa yang dicatat dalam Pararaton dengan Negarakertagama. 

Uniknya juga, Negarakertagama tidak menyebutkan nama Ken Angrok sebagai pendiri Kerajaan Tumapel. Tapi, penyebutan bagi raja Tumapel dalam kitab itu adalah Sri Ranggah Rajasa, putra Bhatara Girinatha yang lahir tanpa ibu pada tahun 1182.

Kematian Sri Ranggah Rajasa juga terkesan wajar tanpa pembunuhan. Walaupun hal itu dapat dimaklumi karena naskah tersebut merupakan sastra pujian untuk keluarga besar Hayam Wuruk sehingga peristiwa pembunuhan terhadap leluhur raja-raja Majapahit dianggap aib.

Penghubung kematian Ken Angrok antara Pararaton dan Negarakertagama adalah lokasi tewasnya, yaitu di dalam istana Singosari. Prasasti Mula Malurung (1255) mencatat pendiri Kerajaan Tumapel yang disebut Bhatara Siwa  meninggal di atas takhta kencana. Berita dalam prasasti ini menunjukkan kalau kematian Sang Rajasa memang tidak sewajarnya.

Sedangkan soal disemayamkan di manakah jasad Ken Angrok, sampai saat ini pun masih banyak versi. Mbah Djunggo yang merasuki Tutik menunjukkan di lokasi yang tak jauh dengan Candi Singosari. Sedangkan versi lain ada juga yang mengatakan bahwa dimungkinkan besar Ken Angrok dimakamkan di wilayah yang saat ini masuk dalam Kecamatan Kepanjen. Pun, beberapa versi tempat lainnya yang bisa dimungkinkan jasad Ken Angrok disemayamkan.

Negarakertagama mencatat, untuk memuliakan arwah pendiri Kerajaan Tumapel, telah didirikan candi pendarmaan di Genengan sebagai Siwa dan di Usana sebagai Buddha. Candi pendarmaan ini dipercaya berada di situs Gunung Katu yang terletak di sebelah timur Gunung Kawi. 

 


Topik

Peristiwa Makam-Ken-Angrok Mbah-Djunggo kerajaan-singosari raja-singosari



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dede Nana

Editor

Yunan Helmy