Ada hal menarik yang disampaikan dai kondang Gus Muwafiq yang selalu menyajikan ceramah bernuasa sejarah. Ketika memberikan tausiyah di Masjid Agung Anas Mahfudz Lumajang, Selasa (4/12) malam, ada sepenggal kisah cinta Manuk Emprit yang menarik perhatian jamaah pengajian.
Disebutkan sebuah kisah cinta sepasang burung, yang di pulau Jawa dikenal dengan burung Emprit atau akrab dengan sebutan Manuk Emprit. Saat itu Manuk Emprit jantan mengutarakan rasa cintanya kepada manuk Emprit betina. Sementara tak jauh dari kedua burung yang sedang kasmaran ini, ada Nabi Sulaiman, yang dikaruniai mukjizat bisa mengerti bahasa hewan.
“Dik aku sangat mencintaimu,” kata Emprit jantan mulai nembak emprit betina.
“Preet ..... aku nggak percaya,” sergah emprit betina
Mendengar cintanya disepelekan, Emprit jantan menyatakan kesungguhan cintanya terhadap emprit betina dengan bahasa cinta yang membahana.
“Dik, asal engkau mau menerima cintaku, akan kuberikan apapun yang engkau minta. Bahkan andai engkau meminta Mahkota Nabi Sulaiman, aku akan berusaha mendapatkannya. Aku kuhancurkan kerajaan Sulaiman, akan ku porak-porandakan kerajaan Nabi Sulaiman, aku kucabut mahkotanya dari kepala Nabi Sulaiman, dan akan kupersembahkan hanya untukmu dik. Ini semua akan aku lakukan sebagai bukti besarnya cintaku kepadamu dik,” kata Emprit jantan dengan berapi-api.
Mendegar rayuan Emprit jantan ini, Nabi Sulaiman akhirnya angkat bicara karena geli dengan janji dari emprit jantan tadi.
“Prit... prit, kamu itu burung kecil seperti itu kok mau menghancurkan kerajaanku, opo sampean iso (apa kamu bisa=red),” kata Nabi Sulaiman kepada Emprit jantan tadi.
Mendengar teguran Nabi Sulaiman, Manuk Emprit jantan kemudian menjelaskan alasannya hendak menghancurkan kerajaan Nabi Sulaiman.
“Itulah cinta ya Nabi Sulaiman. Apapun akan dilakukan demi cinta. Jangan dibahas ya Nabi Sulaiman. Aku tahu badanku kecil, tapi cintaku sangat besar. Inilah cinta, bahasanya memang selalu begitu,” kata Emprit jantan menjelaskan kepada Nabi Sulaiman.
Lewat kisah cinta Manuk Emprit tadi, Gus Muwafiq kemudian menghubungkan kecintaan Ummat Islam Indonesia kepada Rasulullah. Ada banyak cara untuk menyatakan kecintaan terhadap Rasulullah, diantaranya dengan acara Maulid Nabi seperti yang sering diselenggakan oleh ummat Islam di Indonesia, yang bentuknya berbeda-beda.
“Makanya jangan disalahkan kalau di Indonesia banyak acara Maulid Nabi, ini adalah wujud kecintaan ummat Islam Indonesia kepada Rasulullah yang telah mengajarkan kita Agama Islam. Bahwa bentuknya maulid nabi yang ada di Indonesia tidak sama dengan yang ada di negara lain, ya biarkan saja, yang penting adalah cintanya kepada Rasulullah. Dan inilah Islam yang berkembang di Indonesia, yang diakui seorang ulama dunia bahwa soal kecintaan terhadap Baginda Nabi, tidak ada yang melebihi cintanya orang Indonesia,” kata Gus Muwafiq dalam kesempatan ini.
Acara Maulid Nabi yang digelar PCNU dan Pemkab Lumajang, pada selasa (4/12) malam semula akan digelar di Halaman Masjid Agung Kyai Anas Mahfudz, namun karena hujan deras hingga acara mau dimulai, acara kemudian dipindahkan ke dalam masjid.
Walau tidak semua jamaah pengajian ini bisa masuk ke dalam Masjid, namun ribuan ummat Islam tetap memadati sekitar Masjid Agung Lumajang.
