Bukan isapan jempol. Kalau disampaikan bahwa kebutuhan dasar dalam setiap kegiatan besar yang melibatkan ratusan sampai ribuan orang adalah toilet. Benda yang memiliki jejak sejarah panjang dalam kehidupan manusia.
Bahkan urusan toilet menjadi salah satu perhatian serius setiap pemerintah di dunia. Tak terkecuali di Indonesia yang ditarget tahun 2019 bisa menuntaskan program 100 0 100. Perhatian terhadap pembangunan toilet permanen atau kakus, wc, atau jamban terus dimasifkan di berbagai daerah. Seperti di Kabupaten Malang, dalam mencegah terjadinya wabah penyakit dikarenakan buang air besar sembarangan (BABS).
Tapi, tentunya tidak cukup dengan hanya membangun toilet permanen di setiap rumah. Toilet untuk menampung 'kebelet' masyarakat di setiap kegiatan yang melibatkan ratusan bahkan ribuan orang pun, menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Malang.
"Dan kebutuhan atas toilet berjalan memang terbilang tinggi di Kabupaten Malang dalam setiap acara. Ini yang membuat Pak Bupati menginginkan adanya toilet dinamis. Akhirnya kita mendesainnya di tahun lalu. Jadilah mobil toilet yang kini bisa kita lihat ini," kata Dr Wahyu Hidayat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Jumat (19/10/2018).
Dua mobil toilet DPKPCK Kabupaten Malang inilah yang hampir satu tahun ini beroperasi di berbagai acara. Baik skala nasional maupun lokal di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
Wahyu mengatakan, sambutan masyarakat pun terbilang tinggi, kerap dimanfaatkan masyarakat saat berbagai acara digelar. Mobil toilet 01 dan 02, begitulah dua bus dengan warna dominan biru diselingi warna oranye yang terlihat gagah ini dinamakan.
Masyarakat riang dengan toilet berjalan disetiap acara dan kegiatan (DPKPCK for MalangTIMES)
"Sangat membantu masyarakat keberadaannya. Kita tahu dalam sebuah acara, keberadaan toilet menjadi penting sekali. Jangan sampai kebiasaan buang air sembarang kembali terjadi. Karena tidak adanya toilet dalam suatu acara," ujar mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang.
Dua bus toilet yang terus mobile di berbagai wilayah dalam setiap acara. Bukan hanya tampil gagah dan terlihat mewah di luarnya saja. Tapi juga membuat masyarakat akan merasa nyaman menggunakannya. Desain interior bernuansa mewah disaput warna putih, mempertegas toilet sebagai ruang yang bukan untuk membuang kotoran manusia saja. Yang mungkin kerap singgah di kepala kita kalau memasuki toilet di tempat umum.
Kebersihan yang terjaga serta fasilitas di dalam bus toilet yang lengkap. Telah membuat masyarakat yang menggunakannya riang. "Bus toilet cukup membantu kami kalau pas di acara, saat kebelet. Seperti di Bina Desa yang acaranya bisa sampai malam hari. Apalagi di dalam toiletnya juga bersih dan tidak bau," ujar Sudrajat warga Donomulyo yang mengikuti acara Bina Desa.
Wahyu menjelaskan, fasilitas yang diusung bus toilet adalah toilet duduk, toilet berdiri, bak mandi berukuran kecil, shower dan blower untuk pengering dalam ruangan. "Air panas pun ada di dalam bus toilet. Kita sediakan karena terkadang bus toilet juga harus standby di wilayah-wilayah yang udaranya dingin," ujar Wahyu.
Selain menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku sehat dalam urusan buang kotoran, besar atau kecil. Bus toilet DPKPCK Kabupaten Malang juga melengkapi kebutuhan sektor pariwisata yang terus menggeliat saat ini. Khususnya saat digelar acara besar, seperti perhelatan Malang Beach Festival yang melibatkan ribuan orang.
