Seringnya perselisihan antara perguruan silat di beberapa wilayah, khususnya di Jember, Sabtu (28/7/2018) Polres Jember bersama dengan jajaran serta 5 perguruan silat yang ada di Jember menggelar Family Gathering di Taman Botani Sukorambi, diantaranya adalah PSHT, Kera Sakti, IPSI, Pagar Nusa dan Tapak Suci.
Kegiatan yang diisi dengan kegiatan permainan lomba dan pembagian doorprize ini, selain untuk meredam konflik antar perguruan juga untuk menyukseskan event Sea Games serta HUT Bhayangkara ke 72.
“Kami mengumpulkan 5 perguruan silat yang ada di Jember, diantaranya PSHT, Pagar Nusa, IPSI, Perguruan Kera Sakti dan Tapak Suci tujuannya untuk menjalin keakraban agar tidak ada konflik antar perguruan silat yang ada di Jember, dan tadi semua sepakat jika ada anggotanya yang melakukan anarkhis tidak akan membawa perguruan tapi secara individu dan akan di proses secara hukum,” ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH SIK.
Kapolres berharap, dengan adanya pertemuan antar perguruan silat ini, bisa menandai moment untuk kembali membangun kebersamaan dan tidak ada lagi gesekan maupun kesalah pahaman antar perguruan silat di Jember.
“Gesekan antar perguruan silat sangat mungkin terjadi, dengan adanya family gathering ini, diharapkan perselisihan antar perguruan silat bisa diredam,” ujar Kapolres.
Sementara H. Fathur Rozi ketua Pagar Nusa Cabang Jember serta ketua PSHT cabang Jember Mas Jono mengaku sepakat dengan apa yang di gagas oleh Kapolres Jember, terutama adanya aksi-aksi yang dilakukan oleh masing-masing anggota perguruan silat yang ada di Jember, dan menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada Kapolres untuk di proses hukum.
“Kami sepakat dan menyambut baik gagasan yang disampaikan Kapolres dalam menyikapi perselisihan yang dilakukan oleh oknum anggota perguruan silat, dan tadi kami semua menyepakati untuk tidak membawa nama perguruan tapi tindakan anarkhis atas nama pribadi oknum, dan tentu penanganannya sesuai undang-undang yang berlaku,” pungkas H. Fathur Rozi. (*)
