Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Wisata

Lima Kerajinan Tangan di Kabupaten Malang Jadi Target Oleh-Oleh Wisatawan

Penulis : Imam Syafii - Editor : Yunan Helmy

10 - Dec - 2017, 20:38

Placeholder
ilustrasi

Kabupaten Malang memiliki beragam keindahan destinasi wisata yang dijual kepada wisatawan. Dampaknya, jutaan turis, baik lokal maupun manca, mengunjungi Kabupaten Malang tiap tahun.

 

Tentu saja, tidak lengkap jika wisatawan tidak membawa oleh-oleh sehabis berwisata di Kabupaten Malang. Bentuk oleh-olehnya macam-macam. Ada makanan atau hasil kerajinan. Khusus kerajinan tangan, berikut ini MalangTIMES merekomendasi lima wilayah di Kabupaten Malang yang memiliki pembuatan kerajinan tangan dengan menghasilkan produk berkualitas.


Beragam potensi kerajinan tangan yang dihasilkan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang. 
(foto : google image)

 

1. Sentra Industri Kerajinan Bambu Desa Sanankerto, Kecamatan Turen

 

Wilayah Desa Sanankerto ini memiliki potensi pohon bambu yang berlimpah ruah. Melihat banyaknya pohon bambu itu, akhirnya pemerinta desa setempat berinovasi bagaimana pohon bambu bisa dikreasikan menjadi produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi.

 

Alhasil sekarang Desa Sanankerto mayoritas warganya menjadi perajin bambu. Bahkan, mereka membuat kerajinan dari limbah bambu. Limbah itu diolah menjadi kerajinan atau suvenir seperti asbak, tempat bonsai, kaligrafi, bahkan miniatur kapal pinisi. Limbah-limbah tersebut akhirnya menjadi suvenir yang memiliki nilai ekonomi. Harga produknya berkisar mulai Rp 20 ribu untuk asbak paling kecil hingga Rp 700 ribu untuk miniatur kapal pinisi.

2. Kerajinan Gerabah Gethakan di Pagelaran

Apa yang dihasilkan warga Kampung Gethakan, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, ini sudah menjadi ikon khas industri kerajinan gerabah. Produknya gerabah Gethakan itu sendiri sudah banyak dikenal masyarakat akan kualitasnya meski saat ini tren-nya agak menurun.

 

 

3. Kerajinan Cobek Batu di Dusun Petung Wulung, Desa Toyomarto, Singosari

Hingga kini, Dusun Petungwulung, Desa Toyomarto, merupakan salah satu penghasil kerajinan cobek batu. Sebagian besar masyarakat setempat bekerja sebagai perajin cobek batu yang yang menjaga kualitasnya. Terbukti kerajinan cobek batu yang dibuatnya memiliki kualitas dan ketahanan lebih lama dibandingkan peralatan dapur modern.

 

4. Sentra Industri Topeng di Pakisaji

Sentra industri topeng ini berada di Desa Kedung Monggo, Kecamatan Pakisaji. Kerajinan khas topeng Malangan ini pertama kali dibuat oleh almarhum Mbah Karimoen. Lalu usaha kerajinan topeng Malangsn ini diteruskan oleh cucunya, yaitu Handoyo. 

 

Usaha Kerajinan topeng khas Malang ini dibuat dari kayu dengan beragam karakter tokoh pewayangan. Sebut saja Panji Asmoro Bangun dan Sekar Tadji.

Prosesnya kayu telah disimpan selama kurang lebih 5 bulan. Kayu-kayu itu kemudian dipotong-potong dengan ukuran lebar 16 cm dan panjang 21 cm. Di potongan kayu itu kemudian dibuat gambar wajah berbagai tokoh pewayangan. Setelah itu diukir sesuai pola dengan alat ukir patu, pecok, dan tatah. 

5. Pusat Kerajinan Kendedes, Kecamatan Singosari

Pusat kerajinam Kendedes menjual berbagai kerajinan serta pernak pernik unik sebagai oleh-oleh untuk wisatawan. Pusat kerajinan Kendedes ini sendiri merupakan sentra UKM atau usaha kecil menengah yang ada di Kabupaten Malang. Hadir dengan berbagai koleksi handycraft yang lengkap, seperti topeng khas Malangan, rencong Aceh, perhiasan perak, kerajinan kayu, tas unik dan masih banyak lagi. Bahkan, kini hasil kerajinan-kerajinan tersebut sudah menembus pasar ekspor. (*)


Topik

Wisata Wisata-Kabupaten-Malang Oleh-oleh-kabupaten-malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Yunan Helmy