MALANGTIMES - Kota Malang menyimpan banyak bangunan sejarah peninggalan era kolonial. Keindahan bangunan lama Belanda itulah yang menjadi daya tarik The Alimar Hotel Malang.
Kelebihannya lagi letak hotel strategis dan berada di jantung ekonomi Kota Malang yaitu Jalan Pasar Besar nomor 58 Kota Malang.
Baca Juga : Masa Awal Kristen Datang di Malang, Terkungkung Benteng hingga Merambah ke Kebun
Hotel yang diresmikan Wali Kota Malang H Mochammad Anton ini memadukan bangunan kolonial dan modern.
"Untuk lobby hotel dan restoran merupakan bangunan peninggalan Belanda yang berdiri sejak tahun 1882," jelas Manager Operasional The Alimar Hotel Malang Sukandar saat ditemui MalangTIMES, Selasa (8/11/2016).
Memasuki bangunan tua The Alimar Hotel Malang, Anda bakal dimanjakan dengan koleksi guci-guci Tiongkok milik sang pemilik hotel.
Kesan ekslusif dan private terasa begitu MalangTIMES masuk ke ruang kamar. Saking privatenya, akses lift hanya dapat digunakan oleh tamu yang menginap di The Alimar Hotel Malang.
Khusus untuk bangunan kamar, The Alimar Hotel menggusung konsep modern dengan nuansa coklat muda yang kental.
Baca Juga : Dalam Masa PKPU, Dirut Perusahaan Pengelola Mall Dinoyo Terbukti Masih Jualan Unit rumah
Dua bangunan kamar itu dipisahkan oleh Sky Bridge Room. Jembatan penghubung dua bangunan The Alimar Hotel Malang itu berisi kamar kelas Family.
Dari hotel berlantai empat itu, para tamu disuguhkan pemandangan pusat pertokoan Kota Malang. Cukup merogok kocek Rp. 245.000/nett saja Anda sudah bisa menginap di The Alimar Hotel Malang. (*)
