Warga Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar menemukan goa yang diperikirakan sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit.
Gua mirip terowongan setinggi satu meter dan lebar satu meter itu ditemukan setelah terjadinya banjir yang menghanyutkan semak belukar di sekitarnya.
Kepala Desa Bangle, Nur Huda mengatakan, sebelumnya warga asli desa Bangle sudah sering mendengar isu adanya goa di sekitaran sungai tersebut. Namun keberadaan goa itu baru diketahui belakangan ini.
"Sebenarnya masyarakat sekitar sudah tau ada goa di sana, namun tidak tau secara pasti dimana letaknya karena kan di sekitar sungai tersebut banyak tumpukan sampah daun bambu dan juga ditutupi semak belukar," terangnya, Sabtu (8/10/2016).
Menurut Huda, dengan ditemukannya goa tersebut saat ini banyak warga yang mendatangi tempat penemuan goa tersebut untuk melihat- lihat dan berfoto- foto di tempat itu. Untuk itu pihaknya berencana akan menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata, jika dimungkinkan.
"Banyak warga yang ke sini untuk melihat- lihat, bahkan ada yang sempat masuk ke dalam goa,” ujarnya.
Berdasarkan informasi uang ia terima dari warga yang sudah pernah masuk kedalam goa itu, mengatakan jika panjang goa mencapai sekitar 100 meter. Dengan mulut goa menyerupai terowongan dan bagian dalamnya melebar mirip dengan sebuah tempat pertemuan. Serta didapati ada fentilasi udara mirip corobong asap di beberapa titik.
"Yang jelas warga sini pernah masuk, dan di dalamnya itu ada ruangan yang cukup luas, namun karena di sana lembab dan banyak kelelawarnya mereka tidak berani masuk terlalu dalam," ungkapnya.
Wakidi (71), salah satu warga desa setempat mengatakan goa tersebut diperkirakan sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit dan konon ceritanya digunakan untuk membuat senjata berupa keris. Bahkan menurutnya banyak orang- orang dari berbagai daerah yang datang ke goa itu untuk bertapa. Namun tidak diketahui secara pasti datang dan perginya.
"Memang sudah lama banyak orang ke sini untuk bertapa, bahkan baru saja di tahun 2016 ini ada orang yang mengaku datang dari daerah Jogjakarta dan berjenggot panjang datang ke sini untuk bertapa," jelasnya. (*)
