Masyarakat Kota Batu punya banyak inovasi mengolah buah apel menjadi produk makanan yang layak jual dan digemari wisatawan.
Kali ini produk olahan apel berupa wingko apel. Makanan yang awalnya terbuat dari parutan kelapa dan tepung ketan ini oleh masyarakat Kota Batu ditambahi dengan apel.
Sumiati, salah seorang warga Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu yang memproduksi wingko apel ini.
Apel manalagi yang digunakan Sumiati ini terlebih dahulu digiling. Setelah lembut, baru kemudian dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti tepung ketan, kelapa, dan telur.
”Kalau sudah menyatu, baru dioven minimal selama enam jam,” jelas perempuan 36 tahun ini. Proses pembuatan wingko apel tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni dua hari. Mulai proses menggiling, mengoven, mendinginkan, hingga mengemas.
Sumiati sudah memproduksi wingko apel sejak tahun 2011. Sekarang, wingko apel miliknya sudah menjadi langganan para wisatawan di Kota Batu.
Mereka bisa mendapatkan wingko apel ini di toko pusat oleh-oleh yang ada di Kota Batu dan tempat-tempat wisata.
Rasa manis yang medominasi wingko ini membuat siapapun yang mencoba ketagihan. Ukurannya yang mungil, hanya sekitar 3 x 3 centimeter, membuat wingko ini habis sekali lahap.
Harganya pun sangat terjangkau, yakni Rp 10 ribu per tiga kardus wingko. Selain wingko apel, Sumiati juga memproduksi wingko dengan rasa stroberi.
”Karena apel dan stroberi merupakan produk pertanian khas di Kota Batu, jadi saya pikir bagus kalau dimanfaatkan untuk diolah menjadi oleh-oleh,” ungkap Sumiati. (*)
