Berjualan jamu gendong keliling mungkin tak terpikirkan untuk sebagian besar perempuan muda, apalagi jika berparas cantik. Namun tidak demikian dengan Lestari.
Wanita berusia 27 tahun ini tak malu untuk berjalan berkeliling menjajakan jamu tradisional. Ia biasa berjualan di kawasan Lengkol hingga kompleks perumahan BTN KCY, Bontang, Kalimantan Timur.
Namun Lestari punya strategi khusus untuk menarik pelanggan membeli jamunya. Untuk menarik perhatian pembeli, ia kerap menggunakan kemampuan berbahasa Inggrisnya.
"Jamu…jamu… Jamunya, Mas, Mbak. Wanna drink a cup of jamu?," begitu wanita berhijab ini memperagakan promosinya seperti dilansir klikbontang.
Alasan Lestari memakai strategi tersebut pun cukup sederhana. "Biar gampang diingat pembeli, jadi harus punya karakter sendiri," pungkasnya sembari senyum. (*)
