MALANGTIMES - Berendam di air panas mengandung belerang dipercaya sebagai salah satu pengobatan alternatif untuk menyembuhkan beragam penyakit. Itulah mengapa pemandian air panas Songgoriti masih menjadi tempat favorit.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Pengunjung yang datang biasanya ingin melakukan terapi badan, mengobati lelah, rileks dan menyembuhkan penyakit terutama penyakit kulit.
”Banyak masyarakat kesini untuk melakukan terapi menyembuhkan penyakit. Ya macam-macam penyakit," kata Haryoto.
Menurutnya, air panas juga mengandung zat belerang yang memiliki banyak khasiat. Diantaranya mengobati penyakit kulit, flu, sakit kepala, memperlancar sirkulasi darah, dan sejumlah penyakit lainnya.
Air panas yang mengalir di bawah Candi Songgoriti memiliki tiga sumber mata air. Pertama sumber air panas dengan suhu 37,5 derajat celcius. Sumber ini kini sering dimanfaatkan untuk terapi penyemuhan penyakit.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
Konon dulu mata air bersuhu 37,5 derajat ini untuk merendam pusaka Mpu Sendok dan Mpu Gandring zaman Kerajaan Singosari.
Kedua, air dingin atau air penghidupan yang rasanya seperti air kelapa muda. Dahulunya untuk mencuci pusaka. Kini dipercaya apabila diminum bisa awet muda dan panjang umur.
Dan mata air ketiga terletak di tengah candi. Suhunya airnya panas dingin. Maksudnya dalamnya panas, atasnya dingin. Fungsinya biasanya untuk menyembuhkan penyakit.(*)
