JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Dinsos-P3AP2KB Segera Kurasi Data Pengayuh Becak di Kawasan Wisata untuk Penyaluran Becak Listrik

Reporter: Tubagus Achmad • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 28 November 2025, 19:05 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang saat ini tengah melakukan kurasi data pengayuh becak di kawasan wisata yang ada di Kota Malang. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito Widoyoko menyampaikan, kurasi data tersebut dilakukan menunggu data pengayuh becak dari paguyuban pengayuh becak di kawasan wisata di Kota Malang. 

Baca Juga : Hadiri Turba, Bupati Sanusi Minta Pengurus NU Bantu Tekan Kemiskinan Kabupaten Malang

"Saat ini kita masih menunggu data pasti dari paguyuban becak yang ada di kawasan wisata di Kota Malang yang selanjutnya akan kami kurasi untuk penyaluran becak listrik dari pemerintah pusat agar tepat sasaran," ungkap Donny kepada JatimTIMES.com, Kamis (27/11/2025). 

Pihaknya menyebut, setelah menerima data pasti dari pihak paguyuban becak, nantinya Dinsos-P3AP2KB Kota Malang akan melakukan klasterisasi bagi calon penerima becak listrik, mulai dari desil satu, dua, tiga dan empat sesuai yang tertera pada Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) Kota Malang. 

"Intinya, kalau dari kami ya mengecek di DTSEN. Penerima diprioritaskan dari kelompok desil satu sampai empat atau kategori pra sejahtera dalam DTSEN. Kami saring untuk benar-benar memastikan penerima yang tepat sasaran dan yang pantas," jelas Donny. 

Pejabat yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Camat Kedungkandang ini mengatakan, bahwa nantinya bantuan becak listrik dari pemerintah pusat akan digunakan untuk becak wisata di Kota Malang. 

Donny mengaku, pihaknya juga telah melakukan koordinasi aktif dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang terkait dengan adanya program becak wisata yang menggunakan bantuan becak listrik dari pemerintah pusat. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Disporapar Pak Baihaqi terkait dengan bantuan becak listrik dari pemerintah pusat yang nantinya akan beroperasi sebagai becak wisata," jelas Donny. 

Baca Juga : Jatim Park Group Raih Penghargaan Traveloka Travel Activities Partner of the Year 2025

Oleh karena itu, selain syarat masuk ke dalam desil satu sampai empat atau warga pra sejahtera pada DTSEN Kota Malang, salah satu syarat lainnya yakni pengayuh becak yang nantinya akan mendapatkan bantuan becak listrik harus yang beroperasi di kawasan wisata di Kota Malang. Hal itu dikarenakan jumlah becak listrik kondisinya terbatas. 

"Beberapa titik wisata seperti Kayutangan Heritage, kawasan pusat kota, Kampung Warna-warni Jodipan, serta wilayah Kelurahan Klojen dan Penanggungan sebagai area yang dipertimbangkan. Kami sarankan seperti itu," beber Donny. 

Sebagai informasi, program bantuan becak listrik ini sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara peluncuran Interactive Flat Panel (IFP) di Kota Bekasi pada Senin (17/11/2025) lalu. Prabowo menyebut, motor listrik yang dikemas berupa becak listrik diberikan untuk meringankan beban pengayuh becak, utamanya para lanjut usia.

Topik Terkait
# Dinsos-P3AP2KB# Kota Malang# Bantuan Becak Listrik# Pengayuh Becak# Wisata# Becak Listrik

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap