JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib menekankan kepada seluruh perempuan di Kabupaten Malang untuk memperkuat pemahaman literasi digital dan mendorong perempuan agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dorongan itu disampaikan Lathifah saat membuka sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan Semiloka Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Koperasi Berbasis Digital bertempat di Aula MA Al-Hidayah, Pondok Pesantren Al-Hidayah Induk, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Arema FC Makin Dekat Kelola Stadion Kanjuruhan, Konsep Besar Mulai Dibahas
Kegiatan yang digelar Harakah Majelis Taklim (HMT) Jawa Timur tersebut tidak hanya membahas penguatan kapasitas perempuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan ekonomi di tengah pesatnya transformasi digital.
Sebagai Ketua HMT Jawa Timur, Lathifah menilai pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada upaya membangun kemandirian yang lebih konkret. Salah satunya melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha.
Menurut Lathifah, digitalisasi dinilai dapat membantu pelaku usaha perempuan memperluas jangkauan pemasaran, memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Namun, ia menyebut, upaya pemberdayaan tersebut harus tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran organisasi kemasyarakatan termasuk HMT Jawa Timur, diharapkan mampu memberikan manfaat yang relevan dengan persoalan yang dihadapi warga.
"HMT ini memang baru didirikan pada akhir 2019, tetapi kami akan terus senantiasa memberikan ilmu keagamaan kepada masyarakat karena fungsi kita adalah melayani masyarakat, sehingga apa yang kita lakukan harus kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," jelas Lathifah.
Lathifah menegaskan, semiloka tersebut menjadi salah satu wujud kontribusi HMT Jawa Timur dalam memperluas akses pengetahuan bagi perempuan, khususnya di bidang ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk melihat potensi usaha sebagai peluang yang dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Fakta Kasus Jule Terkait Vape Etomidate, Berawal dari Apartemen hingga Polisi Tangkap WNA China
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu menjadi salah satu penopang dalam proses tersebut. Ia menambahkan, forum semiloka ini sekaligus mempertemukan unsur pemerintah daerah, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk membangun sinergi dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Lathifah menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Induk Karangploso yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan. Ia berharap pondok pesantren tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena telah bersedia menyediakan tempat. Mudah-mudahan pondok ini semakin berkembang, karena ini merupakan bagian dari warisan perjuangan Rasulullah," pungkas Lathifah.