JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi akhirnya menjawab apa yang menjadi keluhan masyarakat di beberapa desa yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang terkait dengan keberadaan sekolah menengah pertama negeri atau SMPN.
Setidaknya, mayoritas masyarakat dari enam desa di wilayah Kecamatan Pakis yakni dari Desa Ampeldento, Asrikaton, Saptorenggo, Sekarpuro, Mangliawan dan Tirtomoyo mengeluhkan keberadaan SMPN yang jauh dari tempat tinggalnya, akhirnya terdampak sistem zonasi sekolah yang membuat anak-anak di enam desa tersebut mengalami kesulitan untuk bersekolah di SMPN 1 Pakis atau SMPN 2 Pakis.
Baca Juga : Pastikan Realisasi, Alun-Alun Merdeka Bakal Mulai Digarap Pekan Depan
Pasalnya, keberadaan SMPN 1 Pakis terletak di Jalan Raya Sumberpasir, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan SMPN 2 Pakis terletak di Jalan Gajahmada, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Banyak masyarakat yang mengeluhkan lokasi (rumahnya) jauh ke SMPN yang ada," ungkap Bupati Malang HM. Sanusi saat ditemui usai memberikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan salat subuh berjamaah secara keliling di Masjid Al-Anwar, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (20/7/2025).
Oleh karena itu, untuk tahap awal pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk melakukan survei dan kajian kelayakan mengenai persiapan rencana pembangunan SMPN yang nantinya akan menjadi SMPN 3 Pakis.
"(Rencana pembangunan SMPN 3 Pakis) ini masih di survei oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang mengenai kelayakannya untuk didirikan SMPN di Pakis," ujar Sanusi.
Lebih lanjut, mengantisipasi adanya penolakan dari beberapa pihak mengenai adanya pembangunan SMPN 3 Pakis, menurut Sanusi semuanya harus sabar menunggu terkait hasil survei dan kajian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Baca Juga : Dualisme PGRI Banyuwangi Kian Memanas setelah Pelantikan Pengurus Baru
Pasalnya, adanya rencana pembangunan SMPN 3 Pakis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang ini juga dalam rangka meningkatkan kualitas anak didik di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Pakis.
Sehingga, jika nantinya hasil survei dan kajian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang menunjukkan hasil yang baik, maka ia berharap masyarakat luas di wilayah Kecamatan Pakis dapat mendukung rencana pembangunan SMPN 3 Pakis ini.
"Lah iya itu (mencegah potensi penolakan dari beberapa pihak) perlu disurvei dulu," pungkas Sanusi.