JATIMTIMES - Bintara Center kembali menaikkan surat kepada Bupati dan Forpimda Kabupaten Tulungagung, terkait pemberantasan mafia pertanian. Surat dimaksud merupakan tindak lanjut dari surat yang diajukan LSM Bintara terkait pengembangan sektor pertanian dan program kemiskinan ketahanan pangan.
"Setelah adanya audiensi kemarin sudah terang arahnya, tapi pemerintah lamban dalam tindak lanjut. Beberapa minggu kemarin dilaksanakan pertemuan," kata Ketua Bintara center, Raden Ali Sodik, Sabtu (25/5/2025).
Baca Juga : Balita Hilang di Blitar, Ditemukan Meninggal di Kali Brantas Tulungagung
Dalam pertemuan dimaksud, dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta unsur pimpinan dan anggota Komisi B DPRD, Bulog dan PT Pupuk Indonesia.
"Bintara Center akan meyerahkan kepada pemerintah pusat bila Pemda dan Forkompinda Tulungagung tidak sanggup menyelesaikan," ujarnya.
Dugaan adanya praktik tidak sehat di sektor pertanian ini disebut Raden Ali, diduga adanya keterlibatan pihak eksekutif dalam kepentingan yang tidak sejalan dengan kebutuhan petani.
“Inilah data terkait yang kami temukan. Ada dugaan kuat bahwa eksekutif bermain di atas kepentingan petani. Oleh karena itu, kami mendesak Bupati Tulungagung untuk segera membuka jajaran eksekutif, khususnya di sektor pertanian,” ujar Ali.
Ali mengungkapkan tiga hal yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti. Pertama, lahan percontohan di UPT Perbenihan Dinas Pertanian luasnya sekitar 4 hektare. Kedua, fungsi dan keberadaan balai penyuluh pertanian di 19 kecamatan yang juga difungsikan sebagai lahan percontohan. Ketiga, masalah yang terjadi di sekitar 52 titik yang diduga bermasalah.
Baca Juga : Wapres Gibran Turun ke Sawah, Tanam Padi Bersama Petani Ngawi
Seharusnya, dari lahan tersebut bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 120 juta per tahun.
"Namun saat ini, perlu diketahui siapa yang menguasai lahan-lahan itu. Apakah masih berada di tangan pihak yang memiliki hubungan dengan pemerintah atau tidak," jelasnya.
Ali menegaskan, jika permasalahan ketiga tersebut tidak segera diperiksa secara menyeluruh, termasuk siap membawa kasus ini ke tingkat pusat demi dugaan anggota praktik mafia di sektor pertanian.