JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Mentan Amran: Bantuan Pertanian ke Jatim Tembus Rp3 Triliun, Tambah Rp600 Miliar untuk Peternakan

Reporter: Muhammad Choirul Anwar • Editor: A Yahya
📅 12 Oktober 2026, 19:42 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalokasikan dukungan anggaran sekitar Rp 3 triliun untuk Provinsi Jawa Timur (Jatim) sepanjang periode 2025–2026. Selain itu, pemerintah pusat turut mengucurkan dana tambahan sebesar Rp 600 miliar dalam waktu dekat.

Tambahan itu akan difokuskan untuk memperkuat sektor peternakan dan pembibitan ayam di wilayah tersebut. Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (12/10/2026).

“Dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur mencapai sekitar Rp3 triliun sepanjang 2025–2026. Ada tambahan Rp600 miliar untuk memperkuat sektor peternakan, termasuk pengembangan perbenihan ayam,” kata Mentan Amran.

Ia menilai Jatim memiliki peran strategis yang sangat vital dalam pembangunan pertanian nasional, terutama melalui kontribusinya yang konsisten terhadap produksi padi, jagung, daging ayam, hingga gula.

“Kami bangga dengan Jawa Timur. Produksi padinya tertinggi, sektor ayamnya kuat, jagungnya juga besar, dan gulanya nomor satu. Karena itu, dukungan anggaran Kementan untuk Jawa Timur juga menjadi yang terbesar,” ungkapnya.

Mentan Amran menjelaskan, tambahan anggaran Rp600 miliar diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan melalui pengembangan grandparent stock (GPS) atau ayam bibit guna menghasilkan day-old chick (DOC) unggul. Langkah ini diharapkan kian memperkokoh posisi Jatim sebagai pusat pembibitan ayam nasional yang siap memenuhi kebutuhan berbagai wilayah di Indonesia.

Selain pembibitan, Kementan mendorong pembangunan pabrik pengolahan telur menjadi tepung telur sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan pengurangan ketergantungan impor. Jatim bersama Lampung dan Jawa Tengah diproyeksikan menjadi pilar utama pengembangan industri ini.

Di sektor tanaman pangan, Mentan Amran menegaskan Jatim merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada beras nasional. Keberhasilan mencapai swasembada beras dalam kurun satu tahun akan terus diperkuat melalui pembaruan kebijakan, efisiensi teknologi budidaya, serta alokasi bantuan benih bagi para petani.

Sementara pada sektor perkebunan, Mentan Amran menyoroti kontribusi Jawa Timur yang menopang sekitar 50 persen produksi gula nasional. Guna menjaga keberlanjutan swasembada gula, Kementan terus mengawal hilirisasi dan mempercepat peremajaan tebu rakyat.

“Kita kawal gula di Jawa Timur karena kontribusinya sangat besar. Ke depan, kita dorong hilirisasi dan peremajaan tebu rakyat. Targetnya, pada 2028 peremajaan ini bisa dituntaskan,” tegasnya.

Menutup orasinya, Mentan Amran menekankan pentingnya pembenahan tata niaga dan pengawasan rantai distribusi agar peningkatan produksi memberikan manfaat langsung bagi peningkatan pendapatan petani dan peternak.

“Kalau seluruh Indonesia bergerak bersama seperti Jawa Timur, saya kira hasilnya bisa eksponensial. Kita ingin daerah-daerah semakin kuat, petani dan peternak semakin sejahtera, dan swasembada pangan yang sudah dicapai dapat terus kita jaga,” pungkasnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Ungkap Kemiskinan Ekstrem Turun, Jatim Mantap Jadi Lumbung Pangan

Baca Juga: Kementerian PKP Catat Realisasi Program Bedah Rumah di Kota Batu Baru 100 Unit

Topik Terkait
# kementan# andi amran sulaiman# mentan amran

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap