JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kenali Penyebab Morning Sickness di Awal Kehamilan, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Reporter: Pipit Anggraeni • Editor: Redaksi
📅 17 April 2025, 12:46 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada masa awal kehamilan, salah satunya yang sering dialami adalah morning sickness. Morning sickness adalah rasa mual dan ingin muntah yang dapat terjadi di pagi, siang maupun malam hari. Morning sickness dapat disebabkan oleh sensitivitas indera penciuman ibu terhadap aroma tertentu selama kehamilan. Hal ini cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera. Prevalensi morning sickness pada ibu hamil mencapai 50-90%.

PAFI dengan alamat website https://pafikotatanjungbalai.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Baca Juga : 7 Ramuan Jamu Tradisional Teruji Ilmiah yang Ampuh Atasi Nyeri Sendi Tanpa Efek Samping

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab morning sickness di awal kehamilan, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya morning sickness di awal kehamilan?

Pada umumnya, penyebab utama dari morning sickness belum sepenuhnya dipahami, namun dari hasil penelitian PAFI sepakat bahwa, perubahan hormon selama awal kehamilan memainkan peran penting. Peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen diyakini memicu reaksi di pusat mual di otak dan sistem pencernaan, sehingga menyebabkan rasa mual dan muntah Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya morning sickness yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya perubahan pada hormon

Secara umum, faktor utama yang menyebabkan morning sickness adalah perubahan hormon yang sangat drastis pada awal kehamilan. Salah satunya adalah hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini mulai diproduksi segera setelah implantasi embrio dan mencapai puncaknya sekitar minggu ke-10 kehamilan. Kadar hCG yang tinggi diyakini memengaruhi pusat mual di otak dan sistem pencernaan, sehingga memicu rasa mual dan muntah. Selain itu, hormon seperti progesteron dapat meningkatkan menyebabkan relaksasi otot polos, termasuk otot di saluran pencernaan, sehingga memperlambat proses pencernaan dan dapat menimbulkan rasa mual.

2. Kehamilan pertama

Menurut penelitian dari PAFI, hampir 80% ibu hamil yang mengalami morning sickness karena kehamilan anak pertama mereka. Wanita yang sedang hamil untuk pertama kalinya cenderung lebih rentan mengalami morning sickness karena tubuh mereka belum pernah mengalami perubahan hormonal dan fisiologis seperti ini sebelumnya.

3. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Faktor genetik atau riwayat keluarga juga sangat berpengaruh pada morning sickness. Riwayat keluarga yang mengalami morning sickness juga meningkatkan kemungkinan seorang ibu hamil mengalami kondisi yang sama. Ada dugaan bahwa sensitivitas terhadap hormon kehamilan ini diwariskan secara genetik.

4. Stres dan kurang tidur yang cukup

Bagi sebagian ibu hamil mungkin mengalami stres dan cemas berlebihan selama masa kehamilan. Kondisi psikologis ibu hamil seperti stres, kecemasan, dan kelelahan dapat memperparah gejala morning sickness. Stres dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan pencernaan, sehingga meningkatkan rasa mual. Tubuh yang lelah dan kurang istirahat juga rentan mengalami gangguan pencernaan dan mual. Penting bagi bumil untuk mendapatkan istirahat yang cukup, agar menghindari terjadinya morning sickness.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati morning sickness di awal kehamilan?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari morning sickness di awal kehamilan. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala morning sickness di awal kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Antihistamin

Obat antihistamin seperti diphenhydramine (misalnya otede) dan dimenhydrinate (misalnya dramamine) dapat digunakan untuk menghambat sinyal mual dan muntah dari otak. Antihistamin ini termasuk kategori obat yang aman untuk ibu hamil jika digunakan sesuai anjuran apoteker.

Baca Juga : Benarkah Tidur Tengkurap Bisa Redakan Ngorok? Ini Kata Dokter

2. Metoclopramide

Metoclopramide adalah obat untuk meredakan mual dan muntah. Metoclopramide bekerja dengan menghambat aktivitas dopamin yang memicu rasa mual dan muntah. Obat ini efektif untuk mengatasi morning sickness yang lebih berat, namun penggunaannya harus diresepkan langsung oleh apoteker.

3. Ondansetron

Ondansetron adalah obat untuk mencegah mual dan muntah. Obat ini biasanya digunakan untuk mual muntah yang parah atau hiperemesis gravidarum. Ondansetron efektif mengatasi mual muntah berat, tetapi harus digunakan dengan hati-hati dan hanya atas rekomendasi langsung oleh apoteker.

4. Vitamin B6

Vitamin B6 adalah pilihan pertama yang sering direkomendasikan apoteker untuk meredakan mual pada ibu hamil karena relatif aman dan efektif. Vitamin ini membantu mengurangi rasa mual dengan memengaruhi sistem saraf pusat. Contohnya adalah suplemen vitamin B6 atau produk seperti vomil B6 dan mediamer B6 yang mengandung vitamin B6 dan bahan tambahan lain

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi morning sickness di awal kehamilan seperti lebih banyak minum air putih serta istirahat yang cukup. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafikotatanjungbalai.org  melalui smartphone Anda.

Topik Terkait
# pafi# dunia kesehatan# kesehatan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap