JATIMTIMES - Alis yang mudah luntur akibat keringat kerap menjadi masalah saat menggunakan makeup. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kualitas pensil alis yang digunakan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh tahapan persiapan kulit atau skin prep sebelum merias wajah.
Makeup artist profesional Pao Hilda Afiani membagikan trik sederhana agar riasan alis lebih tahan lama, bahkan ketika wajah berkeringat. Menurut dia, salah satu kunci penting yang sering luput dari perhatian adalah urutan penggunaan produk skincare dan makeup.
Pao mengungkapkan, dirinya pernah menemukan bahwa penggunaan pensil alis yang sama bisa memberikan hasil berbeda. Dalam satu kesempatan, alis bisa bertahan lama, tetapi pada kesempatan lain justru lebih cepat luntur.
“Gue tuh notice jalan pintas ini gara-gara dengan pensil alis yang sama, kadang tuh luntur, kadang tuh awet. Pensilnya sama, loh,” ungkap Pao.
Dari pengalamannya tersebut, ia menyadari bahwa kondisi kulit dan tahapan skin prep turut memengaruhi ketahanan produk alis. Produk perawatan kulit yang mengenai area alis sebelum pengaplikasian pensil alis dapat membuat riasan lebih mudah bergeser atau memudar. “Ternyata beda pas bagian skin prep-nya,” jelasnya.
Pao mengatakan, ketika dirinya melakukan skin prep terlebih dahulu, sejumlah produk perawatan kulit terkadang ikut mengenai area alis. Kondisi tersebut membuat riasan alisnya cenderung lebih cepat luntur.
“Kalau gue pas skin prepan, terus skin prep gue tuh banyak yang kena alis nih, beb, itu tuh cepet luntur,” imbuh Pao.
Sebaliknya, ketika ia menggambar alis terlebih dahulu sebelum melakukan skin prep, hasil riasannya justru bisa bertahan lebih lama. “Giliran gue ngalis dulu, abis itu baru skin prep, alis gue lebih awet,” tambah Pao.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Pao membagikan dua cara yang bisa dicoba untuk membantu membuat riasan alis lebih tahan lama tanpa harus buru-buru mengganti pensil alis.
Menurut Pao, salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggambar alis terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan produk skin prep. Dengan begitu, area alis tidak langsung terkena berbagai produk perawatan kulit sebelum dirias.
Namun, cara ini memiliki kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Urutan penggunaan skincare dan makeup perlu disesuaikan agar aplikasi produk tetap nyaman dan hasil riasan tidak terganggu.
Bagi yang terbiasa melakukan skin prep terlebih dahulu, Pao menyarankan untuk membersihkan sisa produk yang menempel di area alis sebelum menggunakan pensil alis.
Langkah ini bertujuan mengurangi penumpukan produk skincare atau makeup yang dapat memengaruhi daya lekat produk alis. Area alis yang bersih dan tidak terlalu licin dapat membantu pensil alis menempel dengan lebih baik.
“Nah, sebelum lu ngalis, lu hapus-hapus dulu, beb, sisa produk yang ada di alis gitu,” ucap Pao.
Ia menegaskan, kunci dari kedua cara tersebut adalah tidak membiarkan terlalu banyak produk menumpuk di area alis. Penggunaan produk secukupnya dapat membantu mengurangi kemungkinan riasan cepat bergeser.
“Intinya tuh jangan biarkan banyak produk ikut campur di alis lo,” tegasnya.
Pao juga mengingatkan agar pengguna makeup memperhatikan kebutuhan produk di area tersebut. Tidak semua produk yang digunakan pada bagian wajah lain harus diaplikasikan secara berlebihan di sekitar alis. “Jadi yang di sini tuh yang butuh-butuh aja gitu, beb,” terangnya.
Trik yang dibagikan Pao ini bisa menjadi alternatif sederhana bagi mereka yang sering mengalami masalah alis memudar ketika berkeringat. Sebelum membeli produk baru, pengguna makeup dapat mencoba mengevaluasi kembali urutan skin prep serta memastikan area alis tidak terlalu banyak menyimpan sisa produk.
Meski demikian, ketahanan riasan juga dapat dipengaruhi oleh jenis kulit, formula pensil alis, serta intensitas keringat. Karena itu, kedua trik tersebut bisa dicoba dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing untuk menemukan cara yang paling nyaman dan efektif.
Baca Juga: Tinted Sunscreen Bisa Bantu Lindungi Kulit dari Visible Light, Ini Rekomendasinya
Baca Juga: Viral Beauty Hack Es Batu Kopi untuk Mata Panda, Benarkah Efektif?