JATIMTIMES - Beragam cara dilakukan untuk menyamarkan mata panda, mulai dari menggunakan produk perawatan khusus area mata hingga mencoba bahan-bahan sederhana yang tersedia di rumah. Salah satu trik kecantikan yang belakangan menarik perhatian adalah menggunakan es batu berbahan dasar kopi untuk membantu mengurangi lingkaran hitam dan sembap di bawah mata.
Metode ini dilakukan dengan membekukan kopi dalam cetakan es batu, kemudian mengusapkannya secara perlahan pada area bawah mata. Cara tersebut dianggap praktis karena memadukan kandungan kafein dalam kopi dengan efek dingin yang dapat memberikan sensasi segar pada kulit.
Namun, benarkah es batu kopi mampu mengatasi mata panda secara efektif? Atau, tren ini hanya memberikan perubahan sementara pada penampilan wajah?
Mata panda sendiri merupakan kondisi ketika area di bawah mata terlihat lebih gelap dibandingkan bagian kulit wajah lainnya. Kondisi ini dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan begadang.
Kurang tidur memang dapat membuat wajah terlihat lelah dan memperjelas lingkaran hitam di bawah mata. Akan tetapi, faktor genetik, pertambahan usia, penipisan kulit, pigmentasi, hingga bayangan yang terbentuk akibat struktur wajah juga dapat memengaruhi tampilan area tersebut.
Karena penyebabnya beragam, cara mengatasi mata panda perlu disesuaikan dengan faktor yang mendasarinya. Penggunaan es batu kopi mungkin membantu menyamarkan sebagian tanda yang terlihat, tetapi belum tentu efektif untuk semua jenis lingkaran hitam.
Kafein menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, termasuk krim mata. Kandungan ini dikenal memiliki efek vasokonstriksi atau membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga berpotensi mengurangi tampilan pembuluh darah yang terlihat jelas di area bawah mata.
Selain itu, suhu dingin dapat membantu meredakan pembengkakan ringan untuk sementara waktu. Efek tersebut membuat area sekitar mata tampak lebih segar, terutama ketika lingkaran hitam terlihat semakin jelas akibat sembap.
Pendiri sekaligus Firektur Capital Laser & Skin Care dan profesor klinis di Departemen Dermatologi George Washington University Medical Center, Washington DC, Elizabeth Tanzi menjelaskan bahwa penggunaan kopi dingin memiliki dasar yang berkaitan dengan efek kafein dan suhu dingin.
“Kafein dapat menyempitkan pembuluh darah, sedangkan suhu dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan,” ungkap Elizabeth.
Meski demikian, efek tersebut tidak berarti kopi yang dibekukan dapat menghilangkan seluruh penyebab mata panda. Perubahan yang terlihat lebih berkaitan dengan berkurangnya sembap dan tersamarkannya tampilan pembuluh darah untuk sementara waktu.
Elizabeth juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengharapkan hasil yang berlebihan dari metode sederhana tersebut.
“Trik ini mungkin cukup membantu, tetapi jangan berharap hasil yang ajaib,” tegasnya.
Dengan demikian, penggunaan es batu kopi lebih tepat dipandang sebagai salah satu cara untuk memberikan efek segar dan membantu menyamarkan sembap ringan, bukan sebagai perawatan utama untuk menghilangkan lingkaran hitam secara permanen.
Efektivitas kafein dalam menyamarkan mata panda bergantung pada penyebab lingkaran hitam yang dialami seseorang. Apabila masalah utamanya adalah sembap atau pembuluh darah yang tampak jelas, efek kafein mungkin membuat area bawah mata terlihat lebih baik untuk sementara.
Namun, hasilnya dapat berbeda pada mata panda yang dipengaruhi oleh faktor genetik, penumpukan pigmen, kulit yang menipis, atau cekungan di bawah mata akibat perubahan struktur wajah.
Kondisi tersebut tidak dapat diatasi hanya dengan mengompres area mata menggunakan es kopi. Bahkan, ketika efek dingin sudah hilang, sembap atau tampilan gelap dapat kembali terlihat.
Untuk perawatan yang lebih terarah, masyarakat dapat mempertimbangkan produk khusus area mata yang mengandung kafein. Bahan tersebut juga dapat dikombinasikan dengan kandungan lain, seperti vitamin C untuk membantu merawat tampilan kulit kusam, peptida untuk mendukung perawatan kulit, atau retinol untuk membantu memperbaiki tampilan tekstur kulit.
Meski demikian, pemilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Area sekitar mata relatif sensitif sehingga penggunaan bahan aktif perlu dilakukan secara hati-hati untuk menghindari iritasi.
Produk perawatan kulit pun tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Konsistensi penggunaan, jenis masalah yang dihadapi, dan kondisi kulit menjadi beberapa faktor yang memengaruhi hasil akhirnya.
Selain perawatan dari luar, kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam menjaga tampilan area bawah mata. Tidur yang cukup dan teratur dapat membantu mengurangi tampilan wajah lelah, sedangkan menjaga asupan cairan membantu mendukung kondisi tubuh secara keseluruhan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan pola makan. Elizabeth menyebut bahwa pola makan rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi sembap pada wajah, yang kemudian berpotensi membuat lingkaran hitam terlihat lebih samar.
“Diet rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi sembap pada wajah yang pada akhirnya bisa membantu menyamarkan lingkaran hitam di bawah mata,” jelasnya.
Namun, perubahan pola makan bukan solusi untuk semua penyebab mata panda.
Karena itu, pola makan sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang. Pembatasan karbohidrat secara berlebihan tidak diperlukan hanya demi menyamarkan mata panda.
Penggunaan tabir surya pada siang hari, termasuk di area sekitar mata yang dapat dijangkau dengan aman, juga penting untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Paparan sinar matahari dapat memperburuk hiperpigmentasi pada sebagian orang.
Jika ingin mencoba es batu kopi, hindari menempelkan es secara langsung ke kulit dalam waktu lama. Suhu yang terlalu dingin berisiko menimbulkan iritasi, terutama pada kulit sensitif di sekitar mata. Gunakan kompres dingin yang dibungkus kain bersih.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu, Ini Cara Pakai Blush On agar Makeup Tak Menor
Baca Juga: Sering Reapply Sunscreen saat Cuaca Terik, Apakah Bisa Bikin Komedo Menumpuk?