JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kondisi Terkini Fenomena Antrean Panjang di SPBU Malang: Polisi Awasi Stok BBM, Antisipasi Penimbunan

Reporter: Ashaq Lupito • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 19 Oktober 2026, 17:25 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Polres Malang memperketat pemantauan stok hingga distribusi bahan bakar minyak (BBM) pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pemantauan dari pihak kepolisian tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang, mencegah panic buying, hingga memastikan kebutuhan BBM bagi masyarakat tetap terpenuhi.

Dari pantauan JatimTIMES, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri ikut turun langsung untuk mengecek kondisi pada sejumlah SPBU tersebut. Pemantauan dari pihak kepolisian tersebut juga turut dilakukan bersama pemerintah daerah dan Pertamina.

"Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar," ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin, 19 Oktober 2026.

Sebelumnya, pemantauan oleh sejumlah pihak terkait tersebut juga turut dilangsungkan pada Minggu, 18 Oktober 2026 malam. Pada saat itu pemantauan turut dilakukan pada SPBU 54.651.11 di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Hasil dari pengecekan pada SPBU tersebut mencatatkan stok Pertalite sejumlah lima ribu liter, Solar dua ribu liter, Pertamax dua ribu liter, dan Pertamina Dex 1.400 liter. Selain di Kepanjen, pemantauan juga turut dilangsungkan di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Salah satu titik yang dilakukan pengecekan di wilayah Pakisaji tersebut ialah SPBU Pepen. Hasilnya, stok Pertalite di SPBU Pepen tersebut tercatat masih ada sebanyak 15.854 liter.

Sementara pengecekan Pertalite di SPBU Pakisaji tercatat 22.499 liter. Bergeser ke SPBU Genengan, stok Pertalite mencapai 8.212 liter. "Sejumlah (stok, red) pada jenis BBM lainnya tercatat bervariasi jika berdasarkan data saat pengecekan berlangsung," ujarnya.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, diutarakan Rulian, pemantauan bersama pihak terkait tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan distribusi sekaligus memastikan pelayanan SPBU tetap berjalan tertib. "Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, perkembangan stok dan penyalurannya akan terus kami pantau bersama instansi terkait,” imbuhnya.

Rulian juga turut mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing kepanikan dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Sebab, pembelian BBM secara berlebihan justru dinilai dapat berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat warga lain yang membutuhkan bahan bakar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Jika ditemukan penimbunan atau penyelewengan BBM, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini marak terjadi fenomena antrean panjang pembelian BBM. Fenomena tersebut terjadi pada sejumlah wilayah termasuk di Kabupaten Malang.

Dari pantauan JatimTIMES pada beberapa hari ke belakang, puncak antrean panjang terjadi pada saat momen jam berangkat maupun pulang sekolah atau bekerja. Sementara itu, berdasarkan pantauan pada Senin hari ini, fenomena antrean panjang pada sejumlah SPBU mulai kembali kondusif.

Meski demikian, Polres Malang bersama instansi terkait akan terus memantau stok hingga penyaluran BBM. Pihak kepolisian juga akan menindaklanjuti bilamana ada dugaan penyalahgunaan untuk menjaga distribusi tetap tertib.

"Kami akan terus memantau ketersediaan stok dan berkoordinasi dengan Pertamina serta pemerintah daerah. Langkah ini ditujukan agar distribusi BBM dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi,” pungkas Rulian.

Baca Juga: 2 Tahun Era Prabowo IHSG Turun 36,6%, Ini Perbandingannya dengan 6 Presiden Sebelumnya

Baca Juga: Program Eco Edufarming, Ubah Lahan Kering Tetap Produktif Meski pada Musim Kemarau

Topik Terkait
# BBM# Antrean SPBU# SPBU Malang# Polres Malang# Stok BBM# Penimbunan BBM

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap