JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

5 Ciri Manusia yang Sebenarnya dari Golongan Setan Menurut Al-Qur'an

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: A Yahya
📅 19 Oktober 2026, 06:57 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Setan selama ini identik dengan makhluk gaib dari golongan jin yang menggoda manusia agar menjauh dari jalan Allah SWT. Namun, Al-Qur'an juga menjelaskan adanya setan dari kalangan manusia. Golongan ini sama-sama dapat menjerumuskan orang lain melalui bujukan, tipu daya, hingga ajakan berbuat keburukan.

Penjelasan tersebut terdapat dalam Surah Al-An'am ayat 112 dan Surah An-Nas ayat 4–6. Kedua ayat ini mengingatkan bahwa godaan setan tidak selalu datang dalam bentuk yang kasatmata. Pengaruhnya juga bisa muncul melalui perkataan dan tindakan manusia.

Dalam Surah Al-An'am ayat 112, Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

Artinya: "Demikianlah (sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh) Kami telah menjadikan (pula) bagi setiap nabi musuh yang terdiri atas setan-setan (berupa) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya. Maka, tinggalkan mereka bersama apa yang mereka ada-adakan (kebohongan)."

Sementara itu, Surah An-Nas ayat 4–6 menjelaskan tentang pembisik kejahatan yang berasal dari golongan jin dan manusia. Allah SWT berfirman:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ

Artinya: "dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Dilansir dari Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama (Kemenag) RI, setan dari golongan manusia merujuk pada orang-orang yang telah dikuasai atau diperbudak setan. Perilaku dan tabiatnya menyerupai sifat setan karena mengajak kepada kejahatan, kesesatan, serta permusuhan.

Gambaran tentang keberadaan setan dari kalangan manusia juga terdapat dalam riwayat yang memuat percakapan Nabi Muhammad SAW dengan Abu Zar. Ketika Abu Zar ditanya mengenai permohonan perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan, ia bertanya apakah setan juga berasal dari golongan manusia. Rasulullah SAW menjawab bahwa setan dari kalangan manusia memang ada.

Dalam konteks ayat tersebut, setan manusia dapat menjadi penentang orang-orang yang menyampaikan kebenaran, termasuk ulama, mubalig, dan para pejuang kebaikan. Keberadaan mereka menjadi bagian dari ujian bagi orang beriman untuk menjaga kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan.

Manusia sendiri diberi kemampuan untuk memilih jalan yang benar atau salah. Karena itu, bujukan dan kebohongan yang mengarah pada keburukan menjadi ujian bagi seseorang dalam mempertahankan keimanannya

Merujuk penjelasan Tafsir Kemenag RI mengenai Surah Al-An'am ayat 112 dan Surah An-Nas ayat 4–6, ada sejumlah perilaku yang menggambarkan cara setan dari kalangan manusia menjerumuskan orang lain.

1. Membungkus Tipu Daya dengan Perkataan Manis

Salah satu cirinya adalah menggunakan perkataan yang terdengar indah untuk menipu. Bujukan dan janji manis disampaikan agar orang lain percaya, padahal ada maksud untuk menjauhkan dari kebenaran.

Hal ini sejalan dengan Surah Al-An'am ayat 112 yang menjelaskan bagaimana setan dari golongan manusia dan jin saling membisikkan perkataan indah sebagai tipu daya. Karena itu, seseorang perlu menilai perkataan berdasarkan kebenaran dan akibatnya, bukan sekadar karena terdengar meyakinkan.

2. Berpura-pura Menjadi Penasihat yang Tulus

Setan dari golongan manusia juga digambarkan dapat menyamarkan godaan dengan sikap seolah-olah peduli. Nasihat yang disampaikan tampak baik, tetapi justru mengarahkan orang lain pada kesalahan.

Dalam penjelasan tafsir yang menjadi rujukan, godaan tersebut bisa berhenti ketika mendapat penolakan, lalu muncul kembali ketika ada kesempatan. Sikap seperti ini mengingatkan pentingnya memeriksa tujuan dan dampak sebuah nasihat sebelum mengikutinya.

3. Membujuk agar Meremehkan Dosa

Ciri berikutnya adalah mendorong orang untuk terus melakukan kemaksiatan dengan dalih kebebasan menikmati kehidupan dunia. Bujukan itu dapat disertai anggapan bahwa seseorang tidak perlu mengkhawatirkan akibat perbuatannya karena Allah SWT Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Padahal, sifat Allah Yang Maha Pengampun tidak seharusnya dijadikan alasan untuk sengaja meremehkan dosa. Harapan akan ampunan perlu berjalan bersama kesadaran untuk memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan yang dilarang.

4. Terus Menggoda hingga Ada Kesempatan

Godaan menuju keburukan dapat datang berulang kali. Ketika seseorang menolak satu ajakan karena berpegang pada ajaran agama, bujukan serupa bisa muncul kembali melalui cara atau kesempatan yang berbeda.


Karena itu, menjaga diri dari pengaruh buruk membutuhkan kewaspadaan dan keteguhan. Seseorang perlu berhati-hati terhadap ajakan yang perlahan-lahan membuatnya terbiasa melakukan hal yang bertentangan dengan nilai agama.

5. Memusuhi Orang yang Menyampaikan Kebenaran

Ciri lainnya adalah menentang orang-orang yang berusaha menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada kebajikan. Dalam Surah Al-An'am ayat 112, Allah SWT menjelaskan bahwa setiap nabi memiliki musuh dari golongan setan manusia dan jin.

Penentangan tersebut dapat menjadi ujian bagi orang yang berusaha menjalankan kebaikan. Meski demikian, perbedaan pendapat atau kritik terhadap seseorang tidak serta-merta membuat seseorang layak dicap sebagai setan. Penilaian harus didasarkan pada perilaku dan konteksnya, bukan sekadar ketidaksepakatan.


Demikian 5 ciri yang menandakan bahwa seseorang tersebut memiliki sifat setan. Pada akhirnya, penjelasan tentang setan dari golongan manusia menjadi pengingat agar setiap orang waspada terhadap bujukan yang mengarah pada keburukan. Pesan ayat-ayat tersebut juga mengajak manusia untuk mengevaluasi perilaku diri sendiri, menjaga ucapan, serta tidak mudah terpengaruh perkataan manis yang bertentangan dengan kebenaran. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga: Menolak Penghiburan Rasulullah, Kisah Arab Badui yang Menganggap Demam sebagai Akhir Hidup

Baca Juga: Lebaran 2027 Jatuh Tanggal Berapa? Cek Prediksi Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Topik Terkait
# setan# setan manusia# golongan setan

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap