JATIMTIMES - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengembangan industri pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal.
Menurut Budiar, langkah ini menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kesejahteraan yang lebih luas bagi warga desa di Kabupaten Malang. Terlebih lagi potensi yang dimiliki oleh desa-desa di Kabupaten Malang sangatlah banyak.
Komitmen tersebut disampaikan Budiar saat menghadiri pembukaan Kampung Cempluk Festival ke-16 Tahun 2026 di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau yang mengusung tema Bumi Adikarya Paramarta. Melalui tema itu, Festival Kampung Cempluk ke-16 tahun 2026 ini memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Budiar mengapresiasi kreativitas warga dalam menghasilkan produk unggulan, mulai dari kopi rempah gula aren, jamu tradisional, hingga kuliner khas seperti tiwul serta cenil. Untuk mendukung perkembangan usaha tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis melalui pelayanan jemput bola dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang.
Selain UMKM, sektor hortikultura Dusun Sumberejo juga memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan. Melon Kirin dari wilayah tersebut dilaporkan mampu menembus harga Rp 38.000 per kilogram di jaringan supermarket Jakarta. Sementara itu, petani jeruk masih menghadapi persoalan fluktuasi harga yang dapat turun hingga Rp 4.000 per kilogram saat panen raya.
Menghadapi kondisi tersebut, Budiar mendorong penjajakan investasi pembangunan pabrik pengolahan minuman berbahan baku jeruk di Dusun Sumberejo. Hilirisasi diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan nilai jual hasil pertanian, serta mengurangi risiko kerugian petani ketika produksi melimpah.
"Industri pengolahan diharapkan menjadi langkah hilirisasi pertanian, memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mengurangi risiko hasil panen terbuang ketika produksi melimpah," ungkap Budiar, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, pengembangan potensi lokal perlu didukung sinergi pemerintah, pelaku usaha, petani dan masyarakat. Sehingga, produk unggulan desa tidak hanya mampu bersaing di pasar, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kampung Cempluk Festival ke-16 tahun 2026 turut menjadi ruang pelestarian tradisi dan penguatan kebersamaan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Malang, Forkopimcam Dau, pelaku usaha hortikultura, serta berbagai elemen masyarakat. Budiar juga memberikan bantuan pribadi kepada panitia sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan festival.
Melalui semangat "Kampungku, Uripku" Pemkab Malang berharap Kampung Cempluk Festival berkembang menjadi wadah promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal. Penguatan UMKM, perluasan akses pasar dan hilirisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.
Baca Juga: Penataan Kabel Bawah Tanah Malang Tak Bisa Asal, DPRD Minta Roadmap dan Perda
Baca Juga: Bupati Sanusi Tekankan Pentingnya SDM Unggul dan Berakhlak di Hadapan Ratusan Wisudawan Unira