JATIMTIMES – Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan bahwa ulama memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran para kiai dan tokoh agama tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter masyarakat, memperkuat kehidupan sosial, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan Kota Blitar.
Penegasan tersebut disampaikan Mas Ibin saat menghadiri Haul Masyayikh Kota Blitar yang dirangkai dengan Majelis Dzikir dan Maulidur Rasul Muhammad SAW di Masjid Agung Kota Blitar, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri para kiai, ulama, sesepuh, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus PCNU Kota Blitar, serta masyarakat.
"Ulama saya kira salah satu pilar penting bagi pemerintah daerah, bagi bangsa, karena ulama itulah yang nanti membawa keberkahan, membawa doa-doa supaya semuanya itu baik," ujar Mas Ibin.
Menurutnya, kontribusi ulama tidak terbatas pada kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan. Para ulama juga memiliki peran penting dalam mendidik masyarakat, menanamkan nilai moral, serta membangun kesadaran sosial yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
"Ulama juga yang mendidik masyarakat dengan baik, mengajarkan agama, mengajarkan norma-norma, sehingga tata kehidupan masyarakat ini bisa berjalan mendukung pembangunan pemerintah," katanya.
Mas Ibin menilai, hubungan harmonis antara pemerintah dan ulama menjadi salah satu unsur penting dalam membangun daerah. Pembangunan perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter, akhlak, dan nilai-nilai spiritual masyarakat.
"Ulama merupakan salah satu pilar penting bagi pemerintah daerah dan bangsa. Mereka mendidik masyarakat, mengajarkan agama dan norma-norma, sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan mendukung pembangunan," ujar Mas Ibin.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin juga mengajak masyarakat meneladani perjuangan para masyayikh yang telah berjasa menyebarkan ajaran Islam, khususnya di Kota Blitar. Keteladanan para ulama dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
"Maulidur Rasul mengingatkan kembali kepada kita semua tentang suri teladan Nabi Muhammad SAW dan para masyayikh yang telah berdakwah di bumi Nusantara, khususnya di Kota Blitar. Keteladanan mereka harus senantiasa kita ingat dan kita tiru," katanya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan majelis keagamaan yang terus menjaga tradisi doa, zikir, dan penghormatan kepada para pendahulu. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membentengi masyarakat dari kemerosotan moral.
"Majelis-majelis seperti ini tentunya membahagiakan bagi kami. Kalau tidak ada majelis seperti ini, siapa yang akan membentengi Kota Blitar dan Indonesia dari berbagai kerusakan moral?" tegasnya.
Mas Ibin pun secara khusus menitipkan Kota Blitar kepada para ulama agar senantiasa didoakan demi keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat.
"Saya titipkan Kota Blitar, titipkan masyarakat, titipkan seluruh umat, senantiasa didoakan," tuturnya.
Ajak Ulama Berdoa Hadapi Kekeringan
Pemerintah Kota Blitar berharap para kiai, tokoh agama, dan masyarakat dapat bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun. Mas Ibin juga mengusulkan penyelenggaraan salat istiska sebagai bagian dari ikhtiar spiritual menghadapi kekeringan.
"Hujan juga belum turun, beberapa tempat kebakaran, maka saya berharap didoakan supaya segera turun hujan," ungkapnya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Mas Ibin mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha dan doa. Ia berharap masyarakat tidak melupakan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian Mas Ibin juga tertuju kepada generasi muda, khususnya para santri. Ia mendorong mereka terus meningkatkan pengetahuan dan menempuh pendidikan setinggi mungkin agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
"Santri-santri muda teruslah mencari ilmu setinggi mungkin, karena dengan ilmumu nanti hidupmu akan bahagia dan hidupmu akan tentunya tenteram," pesannya.
Momentum Haul Masyayikh menjadi penguat sinergi ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kota Blitar yang religius, harmonis, dan berkarakter, sejalan dengan visi Kota Blitar Maju, Sehat, dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.
Baca Juga: Atasi Ketimpangan Wilayah, Wagub Emil Pastikan RAPBD 2027 Genjot Infrastruktur Pelosok
Baca Juga: Magetan Segera Punya Bioskop Modern Di Pasar Baru, Bupati Sebut Investor Siap Eksekusi