JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

HUT ke-25 Kota Batu, Wali Kota Nurochman Ajak Masyarakat Bangkit Bersama Jaga Alam

Reporter: Irsya Richa • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 17 Oktober 2026, 15:32 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa pembangunan Kota Batu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Memasuki usia ke-25 tahun, Kota Batu diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai destinasi wisata, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Nurochman saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Balai Kota Among Tani, Sabtu (17/10/2026). Tahun ini, peringatan hari jadi mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan semangat “Kreatif SAE.”

Nurochman mengatakan seperempat abad perjalanan Kota Batu merupakan hasil kontribusi banyak pihak, mulai dari para pemimpin terdahulu hingga masyarakat yang turut membangun kota berjuluk Kota Wisata tersebut.

“Seperempat abad Kota Batu bukan perjalanan satu orang atau satu masa kepemimpinan. Pengabdian para pendahulu menjadi bagian dari perjalanan yang wajib kita lanjutkan bersama,” kata Nurochman.

Menurutnya, tema Hari Jadi ke-25 Kota Batu mengandung pesan penting bahwa kemajuan daerah harus dibangun melalui kolaborasi, pemerataan kesejahteraan, serta komitmen menjaga lingkungan.

Kota Batu memiliki kekayaan alam berupa pegunungan, tanah subur, sumber air, potensi pertanian, dan pariwisata. Sebagai bagian dari kawasan hulu Sungai Brantas, Kota Batu juga memikul tanggung jawab ekologis karena kelestarian alamnya turut memberikan manfaat bagi wilayah lain.

“Kemajuan harus dibangun bersama, kesejahteraan harus dirasakan masyarakat, dan pembangunan harus tetap menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan Kota Batu,” tegasnya.

Nurochman juga mengingatkan pentingnya falsafah Jawa memayu hayuning bawana, yakni upaya merawat dan menjaga kehidupan agar tetap selaras bagi generasi sekarang maupun mendatang.

IPM Naik, Kemiskinan Menurun

Dalam kesempatan tersebut, Nurochman juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Batu. Berdasarkan data Kota Batu Dalam Angka 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu pada 2025 mencapai 80,35, meningkat dibandingkan 79,69 pada 2024.

Persentase penduduk miskin juga turun dari 3,06 persen menjadi 2,86 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,52 persen. Realisasi investasi Kota Batu pada 2025 mencapai sekitar Rp 2,33 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

Kota Batu juga meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Meski demikian, Nurochman menekankan bahwa capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai angka statistik.

“Pertumbuhan harus terus diterjemahkan menjadi kesempatan kerja, pelayanan berkualitas, usaha yang berkembang, dan kesejahteraan yang semakin merata,” imbuhnya.

Karena itu, Pemkot Batu terus mengarahkan 15 prioritas program mBatu SAE untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan ekonomi rakyat, hingga pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

Pariwisata Harus Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Salah satu perhatian pemerintah daerah adalah memastikan potensi pariwisata memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pada 2025, Kota Batu mencatat sekitar 5,36 juta kunjungan wisatawan.

Menurut Nurochman, besarnya kunjungan wisatawan perlu diikuti penguatan peran pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja pariwisata, hotel, restoran, serta pelaku ekonomi kreatif.

Pemkot Batu juga menyiapkan pengembangan Batu Artpreneur sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kreativitas, seni, dan usaha. Selain itu, rencana pembangunan mal UMKM dan PKL serta pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang UMKM, pertanian melalui Agrobank, dan pariwisata turut diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal.

“Kita berharap kekuatan ekonomi lokal tumbuh melalui kemitraan, akses pasar, dan nilai tambah, bukan hanya bertambahnya aktivitas wisata,” ungkapnya.

Di sektor pertanian, pemerintah daerah juga mendorong penguatan produksi dari hulu hingga hilir. Penurunan produksi apel yang tercatat dalam data BPS menjadi pengingat bahwa sektor pertanian membutuhkan perhatian serius, baik melalui perbaikan infrastruktur usaha tani, irigasi, teknologi, maupun pendampingan kepada petani.

Digitalisasi pemasaran melalui SIMPUL SAE dan pengembangan CooSAE diharapkan dapat memperluas pasar serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Dengan demikian, petani tidak hanya mampu mempertahankan produksi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.

Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Perhatian

Di bidang infrastruktur, Nurochman menyampaikan bahwa pekerjaan preservasi kawasan Simpang Empat Patih yang mencakup Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanuddin terus dikawal. Berdasarkan laporan pertengahan Oktober, progres pekerjaan mencapai sekitar 60 persen.

Pengecoran Jalan Hasanuddin telah selesai dan ruas tersebut ditargetkan dibuka kembali pada akhir Oktober setelah memenuhi persyaratan teknis. Sementara itu, keseluruhan pekerjaan kawasan ditargetkan rampung pada awal Desember 2026.

Pemkot Batu juga menyiapkan penataan kabel utilitas melalui sistem ducting bawah tanah, penguatan pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengomposan, pengembangan bank sampah dan TPS3R, serta fasilitas pengolahan sampah sesuai kebutuhan.

Rencana rehabilitasi Stadion Brantas, pembangunan sport center, dan penyusunan studi kelayakan serta desain Spiritual Botanical Garden juga menjadi bagian dari agenda pembangunan yang perlu direncanakan secara matang.

Nurochman menegaskan, pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Lebih lanjut, Nurochman menekankan bahwa berbagai program prioritas pemerintah daerah harus dikawal agar memberikan hasil nyata. Hal ini penting di tengah tekanan ekonomi dan tantangan menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan. Manfaatnya harus dirasakan langsung, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan petani dan UMKM, hingga terbukanya kesempatan kerja dan usaha.

“Kita harus memastikan masyarakat Kota Batu tidak berjalan sendirian. Setiap program harus dikawal agar menghasilkan manfaat nyata, bukan sekadar angka dan seremoni,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, berani berinovasi, serta menjaga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Nurochman optimistis Kota Batu mampu menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menjaga kekayaan alamnya.

“Mari bangkit bersama dan jaga alam raya demi Kota Batu yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Nurochman.

Baca Juga: Izin Hunian Berujung Minimarket, Pengawasan Aset Pemkot Malang Disorot Dewan

Baca Juga: Pemkab Malang Apresiasi Upaya Stakeholder Tingkatkan Mutu Pendidikan PAUD Lewat Manasik Haji

Topik Terkait
# HUT ke-25 Kota Batu# Pemkot Batu# Kota Batu# Wali Kota Batu# Nurochman# Bangkit Bersama# Jaga Alam

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap