JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Antrean Sejumlah SPBU Mengular, Wali Kota Malang: Bukan karena BBM Langka

Reporter: Riski Wijaya • Editor: Yunan Helmy
📅 16 Oktober 2026, 18:28 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Malang masih cukup panjang. Kondisi tersebut terlihat di antaranya di SPBU Embong Brantas, Sawojajar, Jalan Mayjen Wiyono, dan Sulfat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan pembelian Pertalite diduga menjadi pemicu antrean setelah konsumen beralih dari Pertamax karena perbedaan harga yang dianggap cukup besar.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung kondisi salah satu SPBU, yakni SPBU Mergan. Dalam peninjauan itu, ia juga meminta keterangan dari pengendara, pembeli, dan pihak Pertamina.

Dari hasil pengecekan tersebut, Wahyu menyebut terjadi peningkatan konsumsi Pertalite sebesar 11 persen. Sebaliknya, konsumsi Pertamax mengalami penurunan sekitar 50 persen dalam dua pekan terakhir berdasarkan data Pertamina yang disampaikannya.

"Kecenderungan dari pembeli adalah di Pertalite karena harga dengan Pertamax sedikit jauh," ujar Wahyu.

Menurut wali kota, pergeseran pilihan konsumen tersebut membuat antrean pembelian Pertalite menjadi lebih panjang. Kondisi itu dinilai berkaitan dengan pertimbangan harga, bukan karena stok BBM yang tersedia di SPBU mengalami kekurangan.

Wahyu juga memastikan pasokan Pertalite di SPBU Mergan masih mencukupi. Berdasarkan pengecekan tangki penyimpanan, persediaan BBM disebut tetap terisi dan distribusinya berjalan normal.

"Tidak ada istilah kelangkaan terkait dengan BBM. Semua normal," tegasnya.

Ia meminta masyarakat tidak mudah khawatir terhadap isu kelangkaan BBM di Kota Malang. Wahyu menyebut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan pemantauan langsung untuk memastikan ketersediaan BBM.

"Kelangkaan BBM tidak ada dan ini terjamin tersedia. Antrean ini hanya karena mereka memilih terkait dengan harga," katanya.

Meski demikian, antrean panjang di sejumlah SPBU menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM dengan harga lebih terjangkau. Peralihan konsumen ke Pertalite turut meningkatkan kepadatan di titik-titik pengisian bahan bakar.

Kondisi tersebut membuat pemantauan distribusi dan ketersediaan BBM tetap penting dilakukan. Terlebih, antrean panjang di beberapa SPBU berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat apabila tidak disertai informasi yang jelas mengenai pasokan.

Pemkot Malang bersama pihak terkait perlu memastikan distribusi BBM tetap lancar, sekaligus menyampaikan informasi yang akurat mengenai stok dan pola konsumsi. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh kepastian tanpa harus terpancing isu kelangkaan.

Baca Juga: BMKG Modifikasi Cuaca di Malang, Hujan Berpeluang Turun dalam Enam Hari ke Depan

Baca Juga: Wadul ke Dewan karena Polusi, Warga Minta Relokasi Pabrik Aspal

Topik Terkait
# Antrean BBM# Pemkot Malang# Kota Malang# BBM# SPBU

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap