JATIMTIMES - Kebijakan menghemat bahan bakar minyak (BBM) di Bali justru memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua siswa. Saat kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring akibat kelangkaan BBM, anak-anak malah tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil paket Makan Bergizi Gratis (MBG).
Situasi tersebut ramai dikeluhkan para orang tua di media sosial. Sejumlah orang tua mempertanyakan kebijakan itu karena dinilai kurang sejalan dengan upaya mengurangi mobilitas di tengah sulitnya mendapatkan BBM.
Salah satu keluhan datang dari akun @ayumiray**** yang menulis soal kondisi di sebuah SD negeri di Tabanan.
"Sebuah anomali… (SDN di Tabanan). Anak-anak melaksanakan pembelajaran daring menyikapi kondisi kelangkaan BBM di Bali khususnya Tabanan. Tapi tetap ke sekolah untuk mengambil MBG. Ahahahahahhaaaaaaa..," tulisnya.
Keluhan lain datang dari orang tua yang harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengantar anak mengambil makanan. Akun @gekd*** mengaku harus bolak-balik hingga 10 kilometer, meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah.
"Hahaha... Iya lagi.. Mana pake alasan sekolah kerja bakti sampe jam 8 bawa kotak bekal kosong.. di era BBM susah begini harus bolak balik 10km," tulis akun tersebut.
Sementara itu, akun @ayuguna**** menyampaikan pengalaman serupa di Buleleng. "Di buleleng juga sama :) mana jarak sekolah 25km dari rumah :')," tulisnya.
Akun lainnya tampak mengunggah tangkapan layar pengumuman diduga dari pihak sekolah. Dimana pihak sekolah menginformasikan bahwa pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) dan kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring.
Meski begitu, siswa tetap diminta datang ke sekolah pada Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 09.00 WITA dengan membawa wadah bekal untuk mengambil paket MBG.
Pihak sekolah menjelaskan pembagian makanan tidak dapat dibatalkan karena bahan makanan sudah terlanjur tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Bali masih terjadi sejak awal pekan. Di Karangasem, antrean dilaporkan mengular hingga sekitar 2 kilometer pada Kamis (15/10/2026).
Sejumlah warga bahkan rela mengantre sejak pukul 04.00 WITA untuk mendapatkan BBM, baik Pertalite maupun Pertamax.
Baca Juga: Api di Permukaan Padam, Mengapa Kebakaran Gambut Masih Sulit Dipadamkan?
Baca Juga: Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah Jadi 4 Orang: 3 Petugas TNBTS dan 1 Pekerja Hotel