JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Kolaborasi ICA dan PT BLK Ajak Ribuan Siswa Masak Besar

Reporter: Eko Arif Setiono • Editor: Yunan Helmy
📅 15 Oktober 2026, 19:10 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Suasana belajar mengajar di SMK Kartanegara Wates berubah menjadi dapur terbuka. Peralatan memasak berukuran besar memenuhi halaman sekolah. Sekitar 2.000 siswa terlibat dalam kegiatan memasak bersama melalui program 'Masa Besar' (Makan Sembari Beramal Bersama).

Suasana sekolah pun terasa berbeda, dengan aktivitas memasak yang diiringi penampilan musik langsung dari para siswa.

Kegiatan bertajuk 'Satu Sekolah Sejuta Cerita, Berkarya Bersama' ini menjadi bagian dari kolaborasi dari Indonesia Chef Association (ICA) Kediri Raya, PT Berkah Langgeng Kencana (BLK), dan SMKN Kertanegara Wates. Selain mengajak siswa belajar melalui kegiatan praktik, program tersebut juga membawa misi sosial, pengenalan dunia industri, serta pembukaan peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan.

Bagi para siswa, kegiatan ini bukan sekadar pengalaman memasak bersama dalam jumlah besar. Kolaborasi tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat bahwa keterampilan yang dipelajari di sekolah dapat berkembang menjadi bekal memasuki dunia kerja, termasuk di bidang kuliner dan industri pendukungnya.

Direktur Operasional PT Berkah Langgeng Kencana, Kevin Eriko Purnomo Junaedi, mengatakan, kolaborasi dengan ICA telah berlangsung sejak 2024 melalui berbagai kegiatan sosial dan pengembangan keterampilan.

Menurut Kevin, pemilihan SMKN Kertanegara Wates bukan tanpa alasan. Sebagai lulusan SMK, ia merasa memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan vokasi dan ingin ikut mendorong pengembangan kompetensi siswa.

“Ini bagian dari CSR kami. Kami melihat ada peluang untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan, apalagi di sini ada ekstrakurikuler tata boga,” ujarnya,Kamis (15/10/26).

Kevin menilai, pendidikan SMK perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia kerja. Kompetensi siswa tidak harus terbatas pada bidang teknik atau otomotif, tetapi juga dapat diperluas ke sektor kuliner, pelayanan, dan jasa.

Karena itu, kegiatan memasak bersama tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan bidang tata boga lebih luas kepada siswa sekaligus mendorong pengembangan kompetensi baru di sekolah.

Menu yang disiapkan dalam kegiatan itu antara lain ayam asap (smoked chicken) dan nasi goreng Hong Kong.

Sementara itu, Kepala SMKN Kertanegara Wates, Pujiono, S.Pd., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan industri dapat memberikan suasana belajar baru sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai peluang karier setelah lulus.

Saat ini, SMKN Kertanegara Wates memiliki 2.336 siswa yang tersebar dalam tujuh kompetensi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Layanan Kesehatan, Teknik Pengelasan, serta Teknik Pemesinan.

Di tengah dominasi kompetensi teknik tersebut, minat siswa terhadap bidang kuliner ternyata cukup besar. Ekstrakurikuler tata boga yang dibuka sekolah bahkan menjadi kegiatan dengan peminat terbanyak di antara 13 ekstrakurikuler yang tersedia.

Lebih dari 170 siswa, baik laki-laki maupun perempuan, tercatat berminat mengikuti kegiatan tersebut. Program tata boga dilaksanakan setiap Sabtu bersama pendamping, Bu Dinar.

Tingginya minat itu menjadi salah satu pertimbangan sekolah untuk mengevaluasi pengembangan ekstrakurikuler tata boga, dengan harapan ke depan dapat membuka kompetensi keahlian atau jurusan tata boga secara resmi.

Pujiono berharap, kolaborasi dengan ICA dan perusahaan dapat membantu siswa mengenal bidang keterampilan baru, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan prestasi.

Tak hanya di bidang kuliner, kolaborasi ini juga membuka ruang pengenalan sektor industri lainnya. Direktur Utama PT Berdikari Jaya Kencana, Bahrul Yusri Hakim, menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang manufaktur sabun cuci piring dengan merek Glowset.

Produk tersebut dikembangkan untuk bersaing di pasar melalui daya bersih yang efektif dan harga yang terjangkau. Perusahaan memproduksi sabun cuci piring yang didistribusikan melalui mitra bisnisnya.

Melalui kegiatan bersama sekolah, pihak perusahaan juga ingin memperkenalkan dunia industri kepada siswa sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Peluang tersebut terutama ditujukan kepada siswa SMK yang memiliki keterampilan dasar dan kesiapan untuk bekerja. Pengembangan usaha dari skala UMKM menuju skala yang lebih besar juga diharapkan dapat menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru.

Kevin menambahkan, saat ini sudah ada siswa SMKN Kertanegara Wates yang bergabung dengan perusahaan melalui program magang. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan langsung terhadap lingkungan kerja dan kebutuhan industri.

Ke depan, peluang kerja sama dan penyerapan tenaga kerja di sektor lain juga terbuka untuk dikembangkan.

Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa kegiatan sosial di sekolah dapat memiliki manfaat lebih luas. Di balik aktivitas memasak dan kebersamaan ribuan siswa, ada upaya membangun keterampilan, memperkenalkan pilihan karier, serta mendekatkan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Bagi SMKN Kertanegara Wates, tingginya minat siswa terhadap tata boga menjadi peluang untuk mengembangkan kompetensi baru. Sementara bagi dunia industri, kerja sama tersebut menjadi kesempatan untuk mengenali calon tenaga kerja sejak bangku sekolah. 

Baca Juga: Resmi Dilantik Rektor UINSA, Prof Masdar Ajak Civitas Academika Tata Kehidupan Kampus

Baca Juga: Soal Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Tantangan di Pelosok

Topik Terkait
# Masak besar# SMK Kartanegara Wates# kolaborasi# ICA# PT BLK

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap