JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Bupati Sanusi Dorong Pemerataan Pembangunan Desa di Kabupaten Malang Melalui TMMD

Reporter: Tubagus Achmad • Editor: A Yahya
📅 13 Oktober 2026, 19:34 WIB • ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi mendorong pemerataan pembangunan desa di Kabupaten Malang melalui pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran (TA) 2026 yang digelar oleh Kodim 0818/Malang-Batu. 

Hal itu disampaikan Sanusi saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026 di Lapangan Bola Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Menurut Sanusi, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Keterlibatan masyarakat, dukungan TNI-Polri, hingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, Program TMMD sendiri, sejak awal diarahkan untuk mempercepat pembangunan kawasan perdesaan, mulai dari pembenahan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan.

Sanusi menegaskan, pembangunan desa membutuhkan kebersamaan. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan modal penting untuk memperluas pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

"Terima kasih kepada TNI karena setiap tahun TMMD bisa dilaksanakan di Kabupaten Malang. Intinya, kita bersama masyarakat berkolaborasi membangun desa. Membangun negeri itu dimulai dari desa," ungkap Sanusi, Senin (13/10/2026). 

Program TMMD ke-130 TA 2026 di Kabupaten Malang menyasar kebutuhan pembangunan di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Sejumlah pekerjaan fisik direncanakan akan segera dilakukan. Mulai dari perbaikan jalan dan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan masyarakat.

Tidak hanya menyentuh fasilitas umum, program tersebut juga membawa misi sosial melalui perbaikan tujuh unit rumah warga. Pelaksanaannya melibatkan personel TNI bersama unsur terkait, sedangkan pembiayaan perbaikan rumah bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ia menyebut, keterlibatan Baznas memperlihatkan bahwa percepatan pembangunan dapat diperkuat melalui kerja sama antar lembaga. Dengan dukungan tersebut, manfaat TMMD diharapkan tidak hanya dirasakan melalui peningkatan aksesibilitas, tetapi juga melalui perbaikan kondisi tempat tinggal warga yang membutuhkan.

Di sisi lain, kegiatan non fisik turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Di mana program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, dan kemandirian masyarakat agar mampu berpartisipasi dalam pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan hasilnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak semata-mata diukur dari infrastruktur yang berhasil dibangun. Tumbuhnya kepedulian sosial dan meningkatnya keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari tujuan program tersebut.

Sanusi berharap, pelaksanaan TMMD mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat aktif dalam prosesnya.

Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak perlu terus dijaga agar kebutuhan pembangunan di tingkat desa dapat ditangani secara bersama-sama. Sehingga hasil program tidak berhenti setelah kegiatan TMMD selesai. Melainkan dapat dipelihara dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

"Melalui TMMD ini, kami berharap semangat masyarakat untuk membangun desanya semakin meningkat. TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bergandengan tangan memenuhi kebutuhan pembangunan, baik fisik maupun non fisik," tutur Sanusi. 

Sementara itu, komitmen melanjutkan program serupa dengan TMMD juga terus digaungkan. Pihaknya berharap, TMMD dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. "Tahun depan mengajukan lagi. Kalau bisa, setiap tahun TMMD ada di Kabupaten Malang," kata Sanusi. 

Melalui TMMD ke-130, Sanusi juga berharap pembangunan infrastruktur semakin merata, kualitas hidup masyarakat meningkat dan semangat kebersamaan semakin mengakar. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak bagi desa untuk berkembang lebih mandiri, dengan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pembangunan.

Baca Juga: Hasil Sidak DPRD Kabupaten Malang: Selisih Luas Lahan Jadi Kendala Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Baca Juga: Bupati Gus Fawait Tekankan Pengelolaan Dana Desa Harus Efisien dan Tepat Sasaran

Topik Terkait
# sanusi# bupati sanusi# tni# tmmd

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap