JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

Reporter: Mutmainah J • Editor: Yunan Helmy
📅 13 Oktober 2026, 17:36 WIB • ⏱️ 5 menit baca

JATIMTIMES - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Oktober 2026. Pelemahan pasar saham Indonesia ini menjadi sorotan setelah sebuah unggahan di media sosial menyebut IHSG sebagai indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun berjalan.

Dilansir dari unggahan akun X @sibambaang RESMI, IHSG berada di posisi pertama dalam daftar 10 indeks pasar saham dengan kinerja terburuk pada 2026. Dalam daftar tersebut, indeks saham Indonesia diklaim mengalami penurunan sebesar 30,34 persen secara year to date (YTD) atau sejak awal tahun. Klaim ini pun memicu perbincangan warganet mengenai kondisi pasar modal dan perekonomian Indonesia.

Tekanan terhadap IHSG terlihat pada perdagangan Senin (12/10/2026). Berdasarkan data perdagangan yang tercantum dalam materi sumber, IHSG pada sesi pertama berada di level 5.975,78 atau melemah 117,98 poin setara 1,94 persen.

Sebelumnya, IHSG dibuka pada level 6.109,32 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.128,72. Namun, indeks kemudian bergerak turun hingga mencapai level terendah 5.971,41.

Pelemahan tersebut membuat IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.000. Kondisi ini menambah perhatian terhadap pergerakan pasar saham Indonesia, terutama di tengah kekhawatiran investor terhadap arah indeks selanjutnya.

Dalam unggahan tersebut, Indonesia disebut menempati peringkat pertama dalam daftar indeks pasar saham dengan kinerja terburuk sepanjang 2026.

Berikut daftar yang dibagikan dalam unggahan tersebut:

1. Indonesia — IHSG: turun 30,34 persen

2. Rusia — MOEX: turun 18,31 persen

3. Qatar — QE: turun 14,41 persen

4. India — Nifty 50: turun 13,14 persen

5. Hong Kong — Hang Seng: turun 4,67 persen

6. China — SSE Composite: turun 3,19 persen

7. Malaysia — KLCI: turun 1,72 persen

8. Prancis — CAC 40: turun 0,84 persen

9. Arab Saudi — TASI: turun 0,81 persen

10. Australia — All Ordinaries: turun 0,55 persen

Angka dan urutan tersebut mengacu pada unggahan media sosial, sehingga masih perlu diverifikasi dengan data resmi masing-masing bursa. Perbandingan kinerja juga perlu menggunakan tanggal pengukuran dan metode perhitungan yang sebanding agar peringkatnya dapat dinilai secara akurat.

BI Catat IHSG Sempat Terkoreksi Tajam pada 2026

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak triwulan II 2026. Dalam laporan stabilitas sistem keuangan, Bank Indonesia (BI) mencatat IHSG ditutup pada level 5.643,19 pada akhir triwulan II, terkoreksi 19,93 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Meski demikian, pasar saham sempat menunjukkan pemulihan pada Juli 2026. BI mencatat IHSG menguat 10,51 persen secara bulanan dan ditutup pada level 6.236,13 per 31 Juli 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan IHSG sepanjang 2026 tidak berlangsung satu arah. Namun, data triwulan II dan Juli tidak dapat menjelaskan secara langsung penyebab pelemahan pada Oktober. Untuk mengetahui faktor yang mendorong penurunan terbaru, diperlukan data dan penjelasan yang secara khusus berkaitan dengan perdagangan pada periode tersebut.

Unggahan mengenai pelemahan IHSG turut memancing beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna mengaku kesulitan memperkirakan arah pergerakan pasar, sementara yang lain menanggapi situasi tersebut dengan candaan.

Akun Michael Yeoh APP mengungkapkan bahwa kondisi pasar kali ini berada di luar perkiraannya. Ia juga mengakui sejumlah level support telah ditembus dan memilih menerima kerugian yang terjadi.

“This time, d luar kemampuan sy,” tulisnya.

Ia kemudian menambahkan, “Smwa support yg jebol sy admit as a loss.”

Sementara itu, akun Hengkyadinata APP menanggapi situasi pasar saham dengan candaan mengenai kemungkinan menjual ginjal.

“Ginjal dijual berapa ya WKWKKW,” tulisnya.

Berbeda dengan komentar tersebut, akun David Noah APP memilih mengalihkan perhatian dengan berolahraga daripada terus memantau pergerakan indeks saham.

“Udah pada nge gym / lari dulu sana,” tulisnya.

Ia juga mengungkapkan rencananya untuk pergi ke tempat olahraga dan berenang daripada terus berharap pada pergerakan IHSG.

“Ini gua mau otw gym sama renang, daripada ngarepin IHSG,” lanjutnya.

David kemudian menutup komentarnya dengan kalimat bernada humor yang menyinggung pentingnya menjaga kesehatan jantung. “Biar kuat jantungnya,” tulisnya.

Beragam komentar tersebut memperlihatkan bagaimana gejolak IHSG menjadi bahan perbincangan di media sosial. Meski disampaikan dengan nada bercanda, respons itu turut menunjukkan perhatian warganet terhadap pergerakan pasar saham yang sedang tertekan.

Apakah IHSG Anjlok Berarti Ekonomi Indonesia Memburuk?

Pelemahan IHSG menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam menilai kondisi pasar keuangan. Pergerakan indeks dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan yang tercatat di bursa, sentimen investor, hingga perkembangan ekonomi global.

Namun, penurunan IHSG tidak serta-merta berarti seluruh perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan dengan tingkat yang sama. Kondisi ekonomi nasional juga perlu dilihat melalui indikator lain, seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), inflasi, nilai tukar rupiah, konsumsi rumah tangga, investasi, dan tingkat pengangguran.

Karena itu, kondisi perekonomian Indonesia tidak cukup dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), serta otoritas pasar modal diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.

Di sisi lain, pelemahan IHSG tetap menjadi perhatian bagi investor dan pelaku pasar. Perkembangan indeks selanjutnya perlu dicermati bersama kondisi ekonomi domestik dan global.

Adapun klaim bahwa IHSG menjadi indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia pada 2026 masih perlu diverifikasi berdasarkan data dan periode pengukuran yang jelas. Dengan begitu, perbincangan mengenai kondisi pasar modal Indonesia dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih akurat tanpa terburu-buru menarik kesimpulan mengenai perekonomian nasional secara keseluruhan.

Baca Juga: Hadirkan Kartu Pintar Elektronis bagi Anggota, Bank Jatim dan PWRI Jatim Jalin MoU

Baca Juga: Diskon 16 Persen, Graha Bangunan Blitar Hadirkan Cat Anti Bocor Mowilex untuk Lindungi Rumah Saat Musim Hujan

Topik Terkait
# Harga saham gabungan# IHSG# Indonesia# IHSG Indonesia terpuruk

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap