JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

7 Doa untuk Ibu Hamil hingga Persalinan: Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Reporter: Binti Nikmatur • Editor: Dede Nana
📅 13 Oktober 2026, 07:34 WIB • ⏱️ 16 menit baca

JATIMTIMES - Kehamilan menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan keluarga. Selama menanti kelahiran buah hati, orang tua tentu berharap janin tumbuh sehat, proses persalinan berjalan lancar, dan anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh serta berakhlak baik.

Selain menjaga kesehatan dan rutin memeriksakan kehamilan, umat Islam dapat memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan, kesehatan, dan keselamatan bagi ibu serta bayi yang dikandungnya.

Ada berbagai bacaan yang bisa diamalkan, mulai dari doa memohon keturunan, doa untuk bayi dalam kandungan, hingga bacaan ketika menghadapi proses persalinan dan saat bayi lahir.

Sejumlah doa ini bersumber dari ayat Al-Qur'an dan kumpulan doa yang dihimpun dalam tradisi Islam. Berikut tujuh doa untuk ibu hamil hingga persalinan, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:

1. Doa Memohon Keturunan yang Baik

Doa memohon keturunan yang baik terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Ali 'Imran ayat 38. Ayat ini mengisahkan doa Nabi Zakaria AS ketika memohon kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang baik.

Bacaan Arab:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Bacaan latin:

Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â.

Artinya:

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS Ali 'Imran: 38)

Doa ini dapat dibaca oleh pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hati maupun orang tua yang mengharapkan keturunan dengan akhlak dan kehidupan yang baik.

2. Doa untuk Bayi Selama dalam Kandungan

Selama kehamilan, orang tua dapat memohon agar janin diberi kesehatan, tumbuh dengan baik, serta kelak menjadi anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Berikut salah satu doa panjang yang dapat diamalkan sebagai permohonan kepada Allah SWT.

Bacaan Arab:

اَللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَادَامَ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لَايُغَادِرُ سَقَمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Bacaan latin:

Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn.

Artinya:

“Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam kandungan istriku dan sehatkanlah ia. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.

Ya Allah, bentuklah ia dalam rupa yang baik selama berada dalam kandungan istriku dan tetapkanlah keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu di dalam hatinya.

Ya Allah, keluarkanlah ia dari kandungan istriku pada saat kelahirannya dengan mudah dan selamat. Jadikanlah ia anak yang sehat, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal.

Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan tubuhnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, dan baguskan suaranya untuk membaca hadis dan Al-Qur'an yang agung, dengan berkah Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Doa ini berisi permohonan untuk kesehatan janin, kemudahan kelahiran, serta kebaikan akhlak dan ilmu anak. Orang tua juga tetap perlu memperhatikan pemeriksaan kehamilan dan mengikuti saran tenaga kesehatan.

3. Doa Saat Usia Kandungan Empat Bulan

Sebagian keluarga memiliki kebiasaan memanjatkan doa khusus ketika usia kehamilan memasuki empat bulan. Salah satu bacaan yang dikenal dalam tradisi masyarakat Muslim berisi permohonan perlindungan bagi janin agar tumbuh dengan baik dan dilahirkan dalam keadaan sehat.

Bacaan berikut merupakan doa panjang yang dihimpun dalam kumpulan doa hamil dan persalinan. Penyebutan usia empat bulan dalam doa ini tidak berarti bacaan tersebut wajib dibaca tepat pada usia kehamilan itu.

Bacaan Arab:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِيْ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا الْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْاٰوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ.

اَللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِيْ زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِيْ طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bacaan latin:

A‘ûdzu billâhi minasy-syaithânir-rajîm. Bismillâhi wa billâhi wa minallâhi wa ilallâhi wa lâ ghâliba illallâhu wa lâ yufawwituhu hâribun minallâhi wa huwal-hayyul-qayyûm. Nu‘îdzu hâdzal-hamla al-bâligha arba‘ata asyhurin billâhil-lathîfil-hâfizh, alladzî lâ ilâha illâ huwa ‘âlimul-ghaibi wasy-syahâdati huwar-rahmânur-rahîm. Wa nu‘îdzuhu bikalimâtillâhit-tâmmati wa bi asmâ’ikal-‘azhîmati wa âyâtihil-karîmati wa hurûfihâ al-mubârakah, min syarril-insi wal-jânni wa min makril-laili wan-nahâri wal-awâni wa min jamî‘il-fitani wal-balâyâ wal-‘ish-yâni wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqadi wa min syarri hâsidin idzâ hasad.

Allâhummaj‘alhu waladan shâlihan karîman kâmilan ‘âqilan ‘alîman nâfi‘an mubârakan halîman. Allâhumma zayyinhu bizînatil-akhlâqil-karîmati wash-shûratil-jamîlati dzil-haibati wal-hai’atil-malîhati war-rûhi ‘alal-fithratil-jazîlah.

Allâhumma uktubhu fî zumratil-‘ulamâ’ish-shâlihîna wa hamalatil-Qur’ânil-‘âmilîna warzuqhu ‘amalan yuqarribuhu ilal-jannati ma‘an-nabiyyîna, yâ akramal-akramîn wa yâ khairar-râziqîn.

Allâhumma-rzuqhu wa ummahu fî thâ‘atikal-maqbûlati wa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatikal-mardhiyyati, wahfazhhu minas-saqthi wan-naqshi wal-‘illati wal-kasali wal-khilqatil-madzmûmah, hattâ wadha‘at-hu ummuhu ‘alâ shihhatin wa ‘âfiyatin wa suhûlatin wa yusratin min ghairi maradhin wa ta‘abin wa ‘usratin, bi syafâ‘ati sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan nama Allah, dengan pertolongan Allah, dari Allah, dan kepada Allah. Tidak ada yang mengalahkan Allah. Tidak ada yang dapat melarikan diri dari-Nya. Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.

Kami memohon perlindungan bagi janin yang telah berusia empat bulan ini kepada Allah Yang Maha Lembut dan Maha Menjaga, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui perkara gaib dan nyata, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kami memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, nama-nama-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, serta huruf-huruf-Nya yang diberkahi dari kejahatan manusia dan jin, tipu daya malam dan siang, berbagai fitnah, bencana, kemaksiatan, kejahatan para peniup buhul, serta kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.

Ya Allah, jadikanlah ia anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, berilmu, bermanfaat, diberkahi, dan bijaksana. Hiasilah dirinya dengan akhlak yang mulia, rupa yang baik, kewibawaan, perilaku yang menyenangkan, dan jiwa yang baik.

Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam golongan ulama yang saleh serta orang-orang yang menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an. Berilah ia amal yang mendekatkannya ke surga bersama para nabi.

Ya Allah, karuniakanlah kepada anak ini dan ibunya kemampuan untuk taat kepada-Mu, mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik. Lindungilah ia hingga dilahirkan dalam keadaan sehat dan selamat, dengan proses yang mudah, tanpa kesulitan dan kelelahan. Dengan memohon syafaat junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ.”

Karena bacaan ini panjang dan memiliki sejumlah variasi penulisan, pembaca yang hendak melafalkannya sebaiknya memeriksa kembali tulisan Arab dan transliterasi dari sumber rujukan tepercaya.

4. Doa Saat Usia Kandungan Tujuh Bulan

Saat usia kehamilan memasuki tujuh bulan, orang tua dapat memperbanyak doa agar ibu dan janin senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, serta keteguhan iman.

Berikut bacaan doa yang dikenal dalam kumpulan doa hamil dan persalinan.

Bacaan Arab:

اَللّٰهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي الْعُمْرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ. اَللّٰهُمَّ يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ وَلَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَلَا مَحْرُوْمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ فِيْ قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْاٰنِ وَالْحَدِيْثِ بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

Bacaan latin:

Allâhumma yâ mubârik, bârik lanâ fil-‘umri war-rizqi wad-dîni wad-dunyâ wal-walad. Allâhumma yâ hâfizh, ihfazh waladî mâ dâma fî bathni ummihi wasyfihi ma‘a ummihi, anta asy-syâfî lâ syifâ’a illâ syifâ’uka wa lâ tuqaddirhu saqaman wa lâ mahrûman. Allâhumma shawwir mâ fî bathnihâ shûratan hasanatan jamîlatan kâmilatan wa tsabbit fî qalbihi îmânan bika wa bi rasûlika fid-dunyâ wal-âkhirah. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqahu wa afshih lisânahu wa ahsin shautahu li qirâ’atil-Qur’âni wal-hadîtsi bi jâhi sayyidil-mursalîn.

Artinya:

“Ya Allah, Dzat Yang Maha Memberi Berkah, berkahilah kami dalam umur, rezeki, agama, kehidupan dunia, dan anak.

Ya Allah, Dzat Yang Maha Menjaga, jagalah anakku selama berada dalam kandungan ibunya. Berilah kesehatan kepadanya dan ibunya. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu. Jauhkanlah ia dari penyakit dan keadaan yang merugikan.

Ya Allah, bentuklah janin yang berada dalam kandungan ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkanlah keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu di dalam hatinya, di dunia dan akhirat.

Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan tubuhnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, dan baguskan suaranya untuk membaca Al-Qur'an dan hadis, dengan kemuliaan penghulu para rasul.”

Doa ini berisi harapan orang tua agar anak tumbuh sehat dan memiliki akhlak yang baik. Bacaan tersebut dapat dipanjatkan sebagai doa, tanpa menganggap usia tujuh bulan sebagai waktu yang diwajibkan untuk membacanya.

5. Doa Saat Proses Persalinan

Ketika persalinan tiba, ibu dan keluarga dapat memohon pertolongan Allah SWT agar diberi ketenangan, kekuatan, dan keselamatan. Salah satu bacaan yang dapat dibaca adalah Ayat Kursi, dilanjutkan dengan ayat Al-Qur'an dan doa perlindungan.

Ayat Kursi

Bacaan Arab:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Bacaan latin:

Allâhu lâ ilâha illâ huw, al-hayyul-qayyûm. Lâ ta’khudzuhû sinatuw wa lâ na‘ûm. Lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardh. Man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi idznih. Ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum. Wa lâ yuhîthûna bisyai’im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ’. Wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardh. Wa lâ ya’ûduhû hifzhuhumâ wa huwal-‘aliyyul-‘azhîm.

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” (QS Al-Baqarah: 255)

Surah Al-A'raf Ayat 54

Bacaan Arab:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍ بِاَمْرِهٖ اَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Bacaan latin:

Inna rabbakumullâhulladzî khalaqas-samâwâti wal-ardha fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal-‘arsy, yughsyil-lailan-nahâra yathlubuhû hatsîtsan wasy-syamsa wal-qamara wan-nujûma musakhkharâtim bi amrih. Alâ lahul-khalqu wal-amr, tabârakallâhu rabbul-‘âlamîn.

Artinya:

“Sungguh, Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia berkuasa atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Dia menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang yang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS Al-A'raf: 54)

Surah Al-Falaq

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bacaan latin:

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Qul a‘ûdzu bi rabbil-falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad, wa min syarri hâsidin idzâ hasad.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.’” (QS Al-Falaq: 1–5)

Surah An-Nas

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، اِلٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bacaan latin:

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Qul a‘ûdzu bi rabbin-nâs, malikin-nâs, ilâhin-nâs, min syarril-waswâsil-khannâs, alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs, minal-jinnati wan-nâs.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.’” (QS An-Nas: 1–6)

Doa Memohon Pertolongan Allah

Bacaan Arab:

لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Bacaan latin:

Lâ ilâha illallâhul-‘azhîmul-halîm. Lâ ilâha illallâhu rabbul-‘arsyil-‘azhîm. Lâ ilâha illallâhu rabbus-samâwâti wal-ardhi wa rabbul-‘arsyil-‘azhîm.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi serta Tuhan pemilik ‘Arsy yang agung.”

Bacaan-bacaan tersebut dapat dibaca untuk menenangkan hati selama menanti kelahiran. Namun, doa tidak menggantikan pertolongan medis. Ibu yang menjalani persalinan tetap perlu mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan sesuai kondisinya.

6. Doa Saat Bayi Baru Lahir

Setelah bayi lahir, orang tua dapat menyambut kehadirannya dengan rasa syukur, mendoakan kebaikan bagi sang buah hati, dan memohon perlindungan Allah SWT.

Dalam tradisi Islam, terdapat amalan mengumandangkan azan pada telinga kanan bayi dan iqamah pada telinga kiri. Para ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai hukumnya, meskipun mayoritas ulama mazhab Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali menilainya sunah.

Azan pada Telinga Kanan Bayi

Bacaan Arab:

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ (٢x) أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ (٢x) أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ (٢x) اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Bacaan latin:

Allâhu akbar, Allâhu akbar (2x). Asyhadu allâ ilâha illallâh (2x). Asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh (2x). Hayya ‘alash-shalâh (2x). Hayya ‘alal-falâh (2x). Allâhu akbar, Allâhu akbar. Lâ ilâha illallâh.

Artinya:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Marilah melaksanakan salat. Marilah menuju kemenangan. Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Iqamah pada Telinga Kiri Bayi

Bacaan Arab:

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ (٢x) اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Bacaan latin:

Allâhu akbar, Allâhu akbar. Asyhadu allâ ilâha illallâh. Asyhadu anna Muhammadan rasûlullâh. Hayya ‘alash-shalâh. Hayya ‘alal-falâh. Qad qâmatish-shalâh (2x). Allâhu akbar, Allâhu akbar. Lâ ilâha illallâh.

Artinya:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Marilah melaksanakan salat. Marilah menuju kemenangan. Salat telah didirikan. Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Doa untuk Bayi Baru Lahir

Bacaan Arab:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Bacaan latin:

Allâhummaj‘alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil-islâmi nabâtan hasanan.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti, bertakwa, dan mendapat petunjuk. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”

Surah Al-Ikhlas

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ، اَللّٰهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Bacaan latin:

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Qul huwallâhu ahad. Allâhush-shamad. Lam yalid wa lam yûlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah, ‘Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.’” (QS Al-Ikhlas: 1–4)

Surah Al-Qadr

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Bacaan latin:

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfi syahr. Tanazzalul-malâ’ikatu war-rûhu fîhâ bi idzni rabbihim min kulli amr. Salâmun hiya hattâ mathla‘il-fajr.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1–5)

Doa Memohon Perlindungan untuk Anak

Bacaan Arab:

وَإِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ

Bacaan latin:

Wa innî u‘îdzu bika wa dzurriyyatahâ minasy-syaithânir-rajîm.

Artinya:

“Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan anak keturunannya dari setan yang terkutuk.” (QS Ali 'Imran: 36)

Ayat tersebut merupakan bagian dari doa istri Imran dalam Al-Qur'an.

Doa Perlindungan untuk Bayi

Bacaan Arab:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

Bacaan latin:

A‘ûdzu bikalimâtillâhit-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wa min kulli ‘ainin lâmmatin.

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang yang membahayakan, dan setiap pandangan mata yang membawa keburukan.”

Doa ini berisi permohonan perlindungan bagi bayi dari berbagai hal yang membahayakan. Orang tua dapat mengamalkannya sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam merawat buah hati.

7. Doa Memohon Anak Laki-Laki

Sebagian orang tua memiliki harapan tertentu mengenai jenis kelamin anak. Dalam bahan doa yang dikutip dari NU Online, terdapat bacaan yang berisi permohonan agar janin yang dikandung seorang ibu menjadi anak laki-laki.

Bacaan Arab:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أُسَمِّيْ مَا فِيْ بَطْنِهَا مُحَمَّدًا فَاجْعَلْهُ لِيْ ذَكَرًا فَإِنَّهُ يُولَدُ ذَكَرًا إِنْ شَاءَ اللّٰهُ تَعَالَى

Bacaan latin:

Bismillâhir-rahmânir-rahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan faj‘alhu lî dzakaran fa-innahû yûladu dzakaran, insyâ Allâhu ta‘âlâ.

Artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku menamai apa yang ada di dalam kandungannya dengan nama Muhammad. Maka jadikanlah ia anak laki-laki bagiku, jika Allah Ta'ala menghendaki.”

Demikian berbagai bacaan yang dapat menjadi pilihan bagi ibu hamil dan keluarga untuk memperbanyak doa selama kehamilan, menghadapi persalinan, hingga menyambut kelahiran bayi.

Doa menjadi bentuk ikhtiar batin untuk memohon kebaikan kepada Allah SWT. Adapun kesehatan ibu dan bayi tetap perlu dijaga melalui perawatan yang tepat, sehingga keduanya dapat melewati masa kehamilan dan persalinan dengan pendampingan yang aman. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga: Doa Agar Dimudahkan Punya Rumah Sendiri, Amalkan Setelah Salat

Baca Juga: Doa dan Zikir Sebelum Tidur tuk Menghapus Dosa

Topik Terkait
# doa# doa melahirkan# doa untuk anak# doa ibu hamil

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap