JATIMTIMES - Selasa (13 Oktober 2026) bertepatan dengan pasaran Pon dalam kalender Jawa. Hari ini jatuh pada 2 Jumadilawal 1960 Ja, tahun Be, dan berada dalam Wuku Kulawu.
Dalam kalender Hijriah, tanggal ini juga bertepatan dengan 2 Jumadilawal 1448 H. Weton hari ini adalah Selasa Pon dengan jumlah neptu 10, hasil penjumlahan Selasa 3 dan Pon 7.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton menjadi salah satu acuan primbon untuk membaca watak, pekerjaan, jodoh hingga peruntungan seseorang. Perhitungan ini masih digunakan sebagian masyarakat sebagai pertimbangan dalam menjalani berbagai urusan kehidupan.
Orang yang lahir pada Selasa Pon dikenal ramah, memiliki tutur kata yang manis, serta berhati-hati dalam bertindak. Pembawaannya membuat orang lain segan. Pemilik weton ini juga bisa bersikap sangat baik kepada orang yang disukai.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Selasa Pon cenderung menyukai kemewahan, memiliki hati yang keras, dan mudah diliputi rasa cemburu. Sikap tersebut bisa menjadi tantangan ketika harus menghadapi perbedaan pendapat maupun persoalan dalam hubungan pribadi.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan Selasa Pon adalah Aras Pepet. Watak ini menggambarkan kehidupan yang kerap diwarnai keprihatinan. Keadaan bisa terasa serba kekurangan, sementara keinginan tidak selalu mudah tercapai.
Sementara itu, Pancasuda Selasa Pon adalah Satriya Wibawa. Maknanya, pemilik weton ini berpeluang mendapatkan penghormatan dari orang lain karena kemuliaan dan keluhuran sikapnya.
Perpaduan kedua perhitungan tersebut menggambarkan sosok yang bisa menghadapi berbagai kesulitan, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh penghargaan berkat sikap dan perilakunya.
Selasa Pon 13 Oktober 2026 berada dalam Wuku Kulawu, yang dilambangkan oleh Bathara Sadana. Wuku ini menggambarkan pribadi yang kukuh, kuat kepribadiannya, dan memiliki banyak keberuntungan.
Salah satu simbolnya adalah air di tempayan yang berada di depan. Lambang ini berkaitan dengan kecerdasan dan kebijaksanaan. Pemilik Wuku Kulawu dipercaya memiliki peluang keberuntungan besar, meski perlu menjaga hati agar tidak mudah dikuasai perasaan negatif.
Ada juga simbol gedhong di depan yang menggambarkan sifat dermawan, tetapi terkadang suka memamerkan apa yang dimiliki. Sikap murah hati perlu dibarengi keikhlasan agar kebaikan tidak semata-mata dilakukan untuk memperoleh pengakuan.
Burung nuri menjadi lambang berikutnya. Simbol ini menggambarkan kecenderungan boros sehingga harta yang dimiliki bisa cepat habis. Pemilik wuku ini juga dikenal rela memberi tanpa pamrih, tetapi perlu berhati-hati agar tidak kehilangan keberuntungan atau terjerumus dalam keserakahan.
Wuku Kulawu memiliki simbol membelakangi senjata tajam. Maknanya, pemiliknya cenderung membutuhkan waktu sebelum mengambil keputusan. Pilihan penting tidak selalu bisa ditentukan dengan cepat.
Perjalanan rezekinya diibaratkan seperti bun yang menetes di sendhang. Kehidupan pada awalnya bisa berada dalam keadaan miskin, kemudian berangsur membaik hingga akhirnya kaya.
Dalam urusan asmara, Wuku Kulawu digambarkan seperti burung dewata yang sedang bergerombol atau kawin. Simbol ini berkaitan dengan hubungan cinta yang lestari dan dapat bertahan lama. Namun, ada bahaya yang perlu diwaspadai, yakni gigitan ular.
Dalam perhitungan primbon, Kala berada di arah utara. Selama tujuh hari ketika Wuku Kulawu berlangsung, perjalanan jauh ke arah utara untuk urusan yang sangat penting sebaiknya dihindari.
Ada catatan khusus untuk Selasa Pon ketika berada dalam Wuku Kulawu. Hari ini dinilai kurang baik untuk melakukan perjalanan jauh.
Menurut kepercayaan primbon, perjalanan pada hari ini dikhawatirkan membawa gangguan kesehatan sehingga seseorang bisa jatuh sakit di tengah perjalanan.
Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Selasa Pon dinilai cocok menekuni bidang usaha mandiri. Kemampuan berkomunikasi, kejujuran, dan kecenderungan kurang nyaman jika terlalu banyak diatur menjadi pertimbangan dalam perhitungan primbon.
Selain itu, usaha kuliner bisa menjadi alternatif. Kreativitas dan kepekaan dalam melihat peluang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan bisnis makanan.
Dalam urusan asmara, Selasa Pon memiliki neptu 10. Menurut perhitungan primbon Jawa, weton ini dinilai cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 9 atau 14. Beberapa weton yang masuk dalam hitungan kecocokan tersebut antara lain, Senin Legi, Minggu Wage, Minggu Pahing, Jumat Kliwon, Rabu Pon dan Sabtu Legi.
Baca Juga: Jangan Salah Langkah, Ini 4 Tips Sehat Konsumsi Buah Saat Diet
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Senin Pahing 12 Oktober 2026: Hari Baik Berobat